Kondisi Rupiah: Melemah ke Rp16.250 di Awal Perdagangan

by
Rp16.250

indonesiaartnews.or.id – Di awal perdagangan pasar spot pada Rabu (17/4) pagi, nilai tukar rupiah tercatat berada di posisi Rp16.250 per dolar AS. Hal ini menunjukkan pelemahan sebesar 74,3 poin atau minus 0,46 persen dari posisi sebelumnya. Seiring dengan pelemahan rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia juga bergerak di zona merah.

” Baca Juga: Mengulas 5 Aplikasi Dompet Digital Terbaik di Tahun 2024 “

Pergerakan Mata Uang di Kawasan Asia

Dalam kawasan Asia, terjadi pergerakan yang beragam pada mata uang negara-negara di wilayah tersebut. Baht Thailand, peso Filipina, dan yuan China mengalami pelemahan, sementara rupee India dan dolar Hong Kong juga turut mengalami penurunan. Di sisi lain, won Korea Selatan, yen Jepang, ringgit Malaysia, dan dolar Singapura menunjukkan penguatan. Mayoritas mata uang negara maju berada di zona hijau, mencerminkan stabilitas dan performa yang lebih positif dalam menghadapi volatilitas pasar global. Variasi pergerakan mata uang ini dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal yang kompleks, termasuk kondisi ekonomi makro, kebijakan moneter, serta sentimen pasar global dan lokal.

Proyeksi Melemahnya Rupiah

Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra, memberikan proyeksi bahwa nilai tukar rupiah akan mengalami pelemahan dalam sesi perdagangan hari ini. Pandangannya didasarkan pada beberapa faktor, di antaranya adalah tingkat indeks dolar AS yang masih bertahan di posisi tinggi. Hal ini menjadi perhatian utama, terutama setelah pernyataan Gubernur bank sentral AS, Jerome Powell, yang mengindikasikan bahwa inflasi di Amerika Serikat sulit untuk menurun ke target 2 persen.

Baca Juga :   Mengenal Kode Bank Mandiri: Pentingnya dalam Transaksi Keuangan Modern

Faktor-Faktor Penyebab Melemahnya Rupiah

Konflik di Timur Tengah dan kebijakan pemangkasan The Fed yang mungkin ditunda, menjadi faktor yang mendukung penguatan dolar AS. Hal ini memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah. Berdasarkan sentimen tersebut, Ariston memproyeksikan bahwa rupiah kemungkinan akan terus melemah hingga mencapai level Rp16.200 hingga Rp16.250 per dolar AS pada hari ini.

” Baca Juga: Etika Berkendara dan Tanggapan Insiden Pengemudi Fortuner “

Implikasi Sentimen Terhadap Pasar Keuangan

Proyeksi ini memberikan gambaran mengenai kondisi pasar keuangan dan nilai tukar rupiah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal. Implikasi dari pernyataan Gubernur The Fed dan konflik di Timur Tengah dapat memengaruhi stabilitas ekonomi negar. Serta memberikan tantangan bagi kebijakan moneter dalam menjaga nilai tukar rupiah.

No More Posts Available.

No more pages to load.