The Fed Kembali Menahan Suku Bunga di Kisaran 5,25 – 5,50%

by
Suku Bunga

indonesiaartnews.or.id – Pada Rabu, 12 Juni 2024, The Federal Reserve (The Fed), bank sentral Amerika Serikat, kembali memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25 persen hingga 5,50 persen. Keputusan ini menandai ketujuh kalinya secara berturut-turut The Fed memilih untuk menahan suku bunga pada level tersebut sejak pertama kali diterapkan pada Juli 2023. Langkah ini didasarkan pada data inflasi terbaru untuk bulan Mei 2024, yang menunjukkan penurunan menjadi 3,3 persen dari 3,4 persen pada bulan sebelumnya.

” Baca Juga: Pengumuman Peluncuran Internasional Vision Pro di WWDC 2024 “

Pertimbangan dalam Keputusan The Fed

Gubernur The Fed, Jerome Powell, mengungkapkan bahwa penurunan inflasi yang terjadi lebih baik dari perkiraan banyak pihak. Faktor ini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) untuk tidak melakukan perubahan pada suku bunga. Powell menjelaskan bahwa laporan terbaru menunjukkan adanya kemajuan dalam penanganan inflasi dan membangun kepercayaan diri. Meskipun demikian, Powell menegaskan bahwa The Fed belum memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk mulai melonggarkan kebijakan moneter saat ini. Dengan demikian, The Fed tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas inflasi melalui kebijakan yang ada.

Proyeksi Kebijakan Suku Bunga The Fed

The Fed juga memberikan sinyal bahwa hanya satu kali pemangkasan suku bunga yang diperkirakan akan terjadi sebelum akhir tahun 2024. Namun, pada tahun 2025, The Fed diproyeksikan akan melakukan pemangkasan suku bunga sebanyak empat kali secara lebih agresif. Jika proyeksi ini bertahan, maka suku bunga acuan The Fed diperkirakan akan berada di level 4,1 persen pada akhir tahun 2025. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada harapan untuk pelonggaran kebijakan, The Fed tetap berhati-hati dan terukur dalam pendekatannya.

Baca Juga :   BRI Imbau Jaga Transaksi Pembayaran dengan BRIMerchant

Fokus pada Inflasi Inti

The Fed juga merilis Ringkasan Proyeksi Ekonomi FOMC yang mencakup perkiraan inflasi untuk tahun ini. Diperkirakan inflasi akan berada pada kisaran 2,6 persen hingga 2,8 persen, dengan pengecualian pada inflasi makanan dan energi. The Fed lebih memilih untuk menggunakan inflasi inti sebagai indikator utama untuk kebijakan jangka panjang karena dianggap lebih stabil dan lebih baik mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, yang dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan. Menjadi alat ukur utama yang digunakan The Fed untuk proyeksi ini.

Reaksi Pasar terhadap Keputusan The Fed

Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga ini datang di tengah tahun yang penuh gejolak bagi pasar keuangan. Banyak investor yang berharap The Fed akan mulai melonggarkan kebijakan moneter setelah menaikkan suku bunga acuan ke tingkat tertinggi dalam 23 tahun terakhir. Harapan ini didasarkan pada pandangan bahwa pelonggaran kebijakan moneter dapat membantu mendukung pertumbuhan ekonomi dan mengurangi tekanan pada sektor keuangan. Namun, keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga menunjukkan komitmen mereka untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi.

” Baca Juga: Perceraian Catherine Wilson dan Idham Mase “

Secara keseluruhan, langkah The Fed ini mencerminkan pendekatan hati-hati dan terukur dalam menavigasi tantangan ekonomi saat ini. Dengan proyeksi pemangkasan bunga yang lebih agresif di masa depan. The Fed tampaknya siap untuk menyesuaikan kebijakan mereka sesuai dengan perkembangan ekonomi dan inflasi yang ada. Keputusan ini diharapkan dapat memberikan stabilitas dan kejelasan bagi pasar keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

No More Posts Available.

No more pages to load.