Pengertian Pendidikan Formal, Informal, dan Nonformal

by
Pengertian

indonesiaartnews.or.id – Pendidikan dapat diperoleh dari berbagai sumber, baik sederhana maupun mewah. Ada tiga jalur utama pengertian pendidikan, yaitu pendidikan formal, informal, dan nonformal. Apa perbedaan antara ketiganya? Berikut penjelasan yang dirangkum dari artikel jurnal ‘Pendidikan Formal, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal’ karya Raudatus Syaadah dan sumber lainnya.

” Baca Juga: Dishub Menertibkan Juru Parkir Liar di DKI Jakarta “

Pendidikan Formal

Pendidikan formal biasanya dilaksanakan di sekolah-sekolah dengan jenjang pendidikan yang terstruktur dan jelas. Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang berjenjang dan terstruktur, terdiri dari pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Jenjang pendidikan formal dimulai dari sekolah dasar hingga universitas, dengan periode waktu tertentu untuk setiap jenjangnya.

Pendidikan Informal

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 mendefinisikan pendidikan informal sebagai jalur pendidikan keluarga dan lingkungan, berbentuk kegiatan belajar mandiri. Axin (Suprijanto, 2009: 8) menjelaskan bahwa pendidikan informal adalah pendidikan di mana warga belajar secara tidak sengaja dan pembelajaran tidak dirancang khusus untuk membantu mereka. Jadi, pendidikan informal adalah gabungan dari pendidikan yang diperoleh dari keluarga dan lingkungan, membentuk individu untuk belajar secara mandiri.

Pendidikan Nonformal

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan nonformal melibatkan kegiatan belajar di luar pendidikan formal, yang biasanya lebih fokus pada pengembangan keterampilan.

Perbedaan Pendidikan Formal, Informal, dan Nonformal

Mekanisme dan ketentuan dalam pembelajaran berbeda di setiap jalur pendidikan. Pendidikan formal memiliki kurikulum yang terstruktur, persyaratan tertentu, dan materi yang bersifat akademik. Proses pembelajarannya memakan waktu yang lama dengan tenaga pengajar yang memenuhi kualifikasi tertentu. Pendidikan ini diselenggarakan oleh pemerintah atau swasta, siswa harus mengikuti ujian, ada aturan berseragam, dan ijazah sangat penting untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Baca Juga :   Transformasi Digital Pendidikan Indonesia: AI dan Tantangannya

Di sisi lain, pengertian pendidikan informal berlangsung di lingkungan keluarga tanpa persyaratan khusus atau ujian. Keluarga dan lingkungan berperan penting, tidak ada kurikulum atau jenjang pendidikan, dan dilakukan tanpa batasan waktu serta tempat. Orang tua berfungsi sebagai guru, tidak ada sistem manajemen yang terstruktur, dan ijazah tidak diperlukan. Sementara itu, pendidikan nonformal bertujuan untuk mendapatkan keterampilan, berfokus pada kemandirian siswa dalam belajar dengan waktu pembelajaran yang fleksibel. Kurikulum pendidikan nonformal juga fleksibel dan ditentukan oleh peserta didik, hubungan antara guru dan siswa bersifat mendatar, dan ijazah tidak terlalu penting.

” Baca Juga: Pembaruan Menyeluruh pada Kia EV6 Facelift “

Masing-masing pengertian jalur pendidikan ini memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran individu dalam berbagai konteks. Pendidikan formal menekankan struktur dan jenjang yang jelas, pendidikan informal lebih fleksibel dan berbasis keluarga serta lingkungan, sedangkan pendidikan nonformal fokus pada pengembangan keterampilan dengan kurikulum yang lebih fleksibel.

No More Posts Available.

No more pages to load.