Hambatan dalam Pengungkapan Kasus Tabrak Lari

by
Kasus Tabrak Lari

indonesiaartnews.or.id – Aparat kepolisian menghadapi hambatan dalam mengungkap kasus tabrak lari yang dialami oleh Logianto (72) di Surabaya. Hambatan ini disebabkan oleh banyaknya CCTV di lokasi kejadian yang tidak berfungsi. Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Arif Fazlurrahman, menyatakan bahwa hingga kini pihaknya hanya memiliki dua rekaman CCTV yang merekam kecelakaan tersebut di Jalan Embong Malang pada Minggu (23/6/2024). Kedua rekaman tersebut berasal dari CCTV di Tunjungan Plaza (TP) Pakuwon Tower dan di depan Hotel Fourpoint. Namun, salah satu rekaman terhalang oleh pilar bangunan sehingga kejadian tersebut tidak terlihat jelas.

” Baca Juga: Peringatan Terhadap Makanan Ultra-Olahan “

Kendala CCTV Milik Pemkot Surabaya

Arif mengungkapkan bahwa sejumlah CCTV milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang berada di sekitar lokasi kejadian tidak berfungsi dengan baik. CCTV di ruas Jalan Tunjungan, Basra, Darmo, dan Ahmad Yani sedang dalam perawatan dan kurang berfungsi optimal. Kondisi ini memperlambat proses pengungkapan pelaku tabrak lari tersebut. Arif menyayangkan kondisi sejumlah CCTV yang berada di pusat Kota Surabaya, mengingat Surabaya adalah kota besar dengan standar smart city yang seharusnya memiliki infrastruktur CCTV yang baik dan terawat.

Kesaksian dan Penjelasan Tambahan

Meskipun menghadapi kendala dengan CCTV, polisi mendapatkan sedikit gambaran tentang kejadian tersebut dari kesaksian saksi di lokasi. Berdasarkan keterangan saksi, penabrak Logianto bukanlah pengendara mobil melainkan pengendara sepeda motor. Dugaan awal yang menyatakan keterlibatan mobil roda empat ternyata tidak benar, karena saksi menyatakan bahwa mobil tersebut bahkan berhenti dan memberikan pertolongan kepada korban.

Baca Juga :   Startup: Menjelajahi Lorong Inovasi dan Peluang Bisnis

Kronologi Kejadian dan Kondisi Korban

Kejadian tabrak lari ini menjadi viral setelah seorang pria lanjut usia yang dipanggil Kungkung ditemukan terluka dan tergeletak di tempat tidur rumah sakit. Diketahui bahwa Logianto mengalami patah tulang akibat kejadian tersebut. Keluarga dan masyarakat sekitar berharap agar pelaku segera ditemukan dan kasus ini dapat diungkap secara tuntas.

Pentingnya Perawatan Infrastruktur CCTV

Kasus ini menyoroti pentingnya perawatan dan pemeliharaan infrastruktur CCTV di kota-kota besar seperti Surabaya. Infrastruktur yang berfungsi dengan baik sangat penting untuk membantu aparat kepolisian dalam mengungkap berbagai kasus kejahatan, termasuk tabrak lari. Arif berharap agar Pemkot Surabaya segera memperbaiki dan merawat CCTV yang ada sehingga kejadian serupa di masa depan dapat terungkap dengan lebih cepat dan efisien.

” Baca Juga: Balita di Kediri Tewas Akibat Kekerasan: Luka Parah di Kepala “

Dengan adanya kendala ini, aparat kepolisian tetap berkomitmen untuk terus mengungkap kasus tabrak lari ini dan menemukan pelaku yang bertanggung jawab. Dukungan dari pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan di kota Surabaya.

No More Posts Available.

No more pages to load.