HOME     NEWS     EVENTS     ARTICLES     DIRECTORY     BOOKS     OPPORTUNITIES  
   
Sabtu, 07 Juli 2012 - 20:16
Membangkitkan Lagi Affandi
oleh Tim Indonesia Art News
Potret almarhum Haji Affandi Koesoema (1907-1990). (foto: dokumentasi keluarga)
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian, Ir. Hatta Rajasa direncanakan akan meluncurkan (launching)secara resmi penerbitan buku “The Stories of Affandi”, Minggu 8 Juli 2012 sekitar pukul 18.00 WIB. Perhelatan ini berlangsung di situs Museum Affandi di Jalan Adisucipto 167, Yogyakarta. Mengiringi acara puncak peluncuran buku ini panitia merencanakan akan menghadirkan penampilan kelompok musik yang tengah menanjak popularitasnya di peta musik Indonesia, Hip Hop Foundation. Kelompok ini antara lain akan menyanyikan satu lagu penting yang bertema tentang Affandi yang syairnya ditulis oleh rohaniwan, pemimpin redaksi majalah Basis yang juga analis sepakbola, Romo G. Sindhunata. Dan musisi senior Sawung Jabo akan hadir khusus untuk menyanyikan kembali satu lagu yang khusus diciptakan untuk maestro Affandi berjudul “100 Tahun 100 Matahari”.

Peluncuran buku ini masih berkait erat dengan rangkaian peringatan 100 tahun kelahiran maestro seni rupa Indonesia, yang mestinya (memang) jatuh pada tahun 2007 lalu. 5 tahun lalu, pada tahun 2007, berbagai acara seni budaya telah dihelat dan berlangsung hingga beberapa waktu. Mulai dari pameran seni rupa dengan menampilkan 100 seniman/perupa dari berbagai wilayah di Indonesia, ketoprak seniman, pawai dan karnaval seni, hingga pertunjukan wayang, dan sebagainya. Bahkan, pada tahun 2007 itu ada peresmian penggunaan nama Affandi sebagai nama jalan di wilayah kabupaten Sleman, persisnya sepotong jalan yang menjelujur dari perempatan ringroad utara di sebelah selatan terminal bus Condongcatur hingga berujung di bagian selatan di sebelah timur kampus UNY (Universitas Negeri Yogyakarta).

Sosok Affandi (lengkapnya H. Affandi Koesoema) sendiri merupakan sosok legenda seni rupa Indonesia. Dia (diyakini) lahir tahun 1907 dan meninggal dunia pada 23 Mei 1990, dan dimakamkan di depan museum yang didirikannya. Terminologi “maestro” dalam perbincangan perihal seni di Indonesia muncul setelah Affandi menerima penghargaan Grand Maestro di Florence, Italia sekitar tahun 1976. Terminologi “maestro” selanjutnya menjadi populer dan nyaris selalu mengindikasikan dan menempel pada sosok seniman yang senior, memiliki pencapaian dan prestasi dalam jagat kesenimanannya.

Buku tentang Affandi kali ini diterbitkan kembali untuk memberi nilai pengayaan atas sosok Affandi yang selama ini telah dikenal oleh kalangan luas. Ini memang bukan buku yang pertama tentang seniman kelahiran Cirebon, Jawa Bara ini. Jauh-jauh gari sebelumnya sudah ada berbagai buku tentangnya. Misalnya buku “Affandi 70 Tahun” yang diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jakarta tahun 1978, lalu buku “Affandi” yang diterbitkan oleh Yayasan Bina Lestari Budaya Jakarta (1987) sebagai peringatan ulang tahun ke-80 Affandi. Juga masih ada banyak buku lain yang menjadikan sosok dan kesenimanan Affandi sebagai subjek utama, maupun sebagai objek yang memilik pertalian dengan perbincangan lainnya.

Buku “The Stories of Affandi” ini merupakan buku yang dipersiapkan dengan serius. Ditilik dari ketebalannya pun yang hingga mencapai 348 halaman plus hard cover, menjadikan buku ini memiliki makna simbolik penting bahwa sosok Affandi sebagai manusia bisa ditelusuri dan diteladani dalam banyak perspektif.

Ada banyak tulisan yang bertebar dalam buku mewah ini. Antara lain tulisan-tulisan lama dan baru yang ditulis oleh pengamat, budayawan, seniman, maupun sahabat Afandi. Tulisan-tulisan tersebut antara lain dicatat oleh Ajip Rosidi (sastrawan dan sahabat Affandi), Prof. Dr. Daoed Joesoef (budayawan, manan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), Mia Boestam (seniwati, mantan istri seniman S. Soedjojono), Almarhum Nashar (seniman, dosen Institut Kesenian Jakarta), almarhum Prof. Dr. Umar Kayam (budayawan, mantan Direktur Jendral Radio dan Televisi RI), almarhum Nasjah Djamin (seniman, sahabat Affandi). Juga ada tulisan Suwarno Wisetrotomo, dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan kurator, yang mengupas sosok Affandi berdasarkan narasumber penting, yakni Pak Djon (Sumardjono, sopir pribadi Affandi yang setia mengiringi perjalanan hidup dan kreativitas Affandi hingga sekitar 28 tahun. Juga masih ada tulisan-tulisan lain dalam berbagai perspektif.

Acara peluncuran buku “The Stories of Affandi” ini juga dilanjutkan dengan diskusi tentang Affandi pada hari berikutnya, Senin 9 Juli 2012. Ada dua (2) sesi diskusi dengan tema dan narasumber yang berbeda-beda. Yakni Sesi I, pukul 10.00 s/d 12.00 WIB, bertema “Affandi, Estetika Kreatif, dan Selera Arsitekturalnya” dengan pembicara Dr. St. Sunardi (Ketua Jurusan Ilmu Religi dan Budaya, Program Pascasarjana, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta), Dr. M. Agus Burhan (Pembantu Rektor (Purek) II, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta), dan Dr. Ir. Laretna “Sita” Adhisakti (Dosen Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta).

Berikutnya, pada Sesi II, pukul 13.00 s/d 15.00 WIB, diskusi akan mengangkat tema “Affandi dan Gairah Pengoleksian Karya Seni Rupa”, dengan pembicara: Fadli Zon (kolektor, alumnus London School of Economic, Inggris), Monica Gunawan (kolektor seni, Direktur Art:1 atau Mon Décor Art Space, Jakarta), dan Oei Hong Djien, kolektor seni rupa.

Dan di ujung acara diskusi, pada sore hari, berlangsung acara “Melukis Bersama” bersama puluhan seniman Yogyakarta dengan model para narasumber diskusi, dan public figure yang hadir dalam acara tersebut. ***
Leave a Comment
Please feel free to let us know your feeling about this
Your Name
Your Comment
Your Email
Image Verification
Captcha Image Reload Image
Utk ganti paragraf silakan klik
Comments:
Rabu, 23 Juli 2014 - 06:30
Savannah - vbqduhdjzb@yahoo.co.uk
Trennungschmerz – lies im Tagebuch wie es anderen bei einer Trennung geht und wie sie Ihre Trennungsschmerzen überwinden Savannah http://chatlottelifts.waphall.com/Blog/__xtblog_entry/9670799-heel-lifts-and-specific-sports-performance?
Minggu, 08 Juli 2012 - 00:45
Indonesia Art News - info@indonesiaartnews.or.id
>>Mas Wahyu Nugroho: Betul, kami keliru. Koreksi telah kami lakukan. Terima kasih. :-)
Sabtu, 07 Juli 2012 - 21:00
Wahyu Nugroho - wahyustudio@yahoo.com
kalimat ini salah ketik paling :.......Dia (diyakini) lahir tahun 2007.....
15-12-2014 s/d 10-01-2015
Pameran Tunggal Angga Yuniar Santosa: “Holes Arround Me”
di Tembi Rumah Budaya Yogyakarta, Jl. Parangtritis Km 8.4 Tembi, Timbulharjo, Sewon. Bantul
13-12-2014
Seni Masa Kini: Catatan tentang “Kontemporer” oleh Mitha Budhyarto
di Langgeng Art Foundation jl. Suryodiningratan no 37 Yogyakarta
12-12-2014 s/d 12-12-2014
"Identity Parade", Pameran tunggal Maradita Sutantio
di ViaVia Café & Alternative Art Space, Jl. Prawirotaman 30 Yogyakarta
12-12-2014 s/d 13-12-2014
Gandari: Sebuah Opera Tari
di Teater Jakarta ,Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya, Jakarta
11-12-2014
Anak Wayang (Belajar Memaknai Hidup)
di Gedung PKKH (Purna Budaya) UGM
07-12-2014
"CHEMISTRY" (Charity, Music and Art for Unity)
di Cafe Catherius, Jl. Sawojajar 38 Bogor (belakang Yogya Bogor Junction)
06-12-2014 s/d 07-12-2014
JATENG ARTFEST 2014: "KONSERVASI BUDAYA, MERAJUT KERAGAMAN"
di Wisma Perdamaian Tugu Muda Semarang
05-12-2014
"INFERNO", Visual Art Exhibition
di DANES ART VERANDA Jl. Hayam Wuruk No.159 Denpasar 80235 Bali Indonesia
05-12-2014 s/d 28-12-2014
“The 3rd Jakarta International Photo Summit 2014: City of Waves”
di Galeri Nasional Indonesia, Jl. Medan Merdeka Timur 14, Jakarta
25-11-2014 s/d 28-11-2014
Pameran Seni Rupa "Art/East/Ism"
di Gedung Sasana Krida, Kompleks Universitas Malang (UM)
read more »
Rabu, 03-12-2014
Upaya Menemu Kebaruan
oleh Kuss Indarto
Kamis, 06-11-2014
Street Art di Yogyakarta, sebagai Karya Kreatif dan Politis
oleh Oleh Michelle Mansfield dan Gregorius Ragil Wibawanto
Senin, 13-10-2014
Menguji Kembali(nya) Faizal
oleh Oleh Kuss Indarto
Rabu, 01-10-2014
Kota Butuh Festival Seni
oleh Muchammad Salafi Handoyo
Rabu, 17-09-2014
Metafora Visual Kartun Editorial pada Surat Kabar Jakarta 1950-1957
oleh Priyanto Sunarto
read more »
Merajakan Nalar di Tengah Kepungan Hedonisme
oleh Christian Heru Cahyo Saputro
Buku bertajuk: Acropolis (Kerajaan Nalar) yang merupakan kumpulan kolom karya wartawan SKH Lampung Post Heri Wardoyo (HRW) hadir meramaikan pasar wacana. Buku yang berisi kolom-kolom Heri Wardoyo ini pernah dimuat di rubrik ‘Nuansa’ Lampung Post bertitimangsa tahun...
Fantasi Balzac tentang Pulau Jawa
oleh Sigit Susanto
Merajut Masa Depan Bocah Merapi
oleh T. Nugroho Angkasa S.Pd.
Novel Kasongan, Seliat Tanah Liat
oleh R. Toto Sugiharto
read more »
LOMBA PENULISAN JURNALISTIK
Lomba Foto “Air dan Sanitasi untuk Kehidupan yang Lebih Baik”
6th Beijing International Art Biennale 2015
Sayembara Cipta Kreasi Motif Batik Seragam Dinas Harian RSUP Dr Kariadi 2014
Lomba Desain Sepatu Tingkat Nasional 2014
LOMBA DESAIN MURAL GALERI NASIONAL INDONESIA 2014
LOMBA CIPTA SENI BATIK NUSANTARA 2014
The 4th Bangkok Triennale International: Print and Drawing
Iver Jåks Artist-In-Residency Program 2014
UNDANGAN Pameran Seni Rupa Karya Guru Seni Budaya “GURU SENI BERLARI” - GALERI NASIONAL INDONESIA
read more »
22/10/2014 14:34 | alfa poetra | salam semangart para karya indonesia. infonya untuk event or apapun itu tentang lukisan,.
02/10/2014 23:26 | Taink Takhril | ISTIMEWA, ak akan selalu belajar bareng Indonesia art news
01/10/2014 15:25 | Fatonah Winiarum | saya ingin bergabung
05/08/2014 18:31 | jupri abdullah | tururt bergabung sebagai media komunikasi seni rupa
04/07/2014 03:04 | Rev. Ana cole | Apakah Anda perlu bantuan keuangan/pinjaman untuk melunasi tagihan Anda, mulai atau memperluas bisnis Anda? Roya pinjaman perusahaan telah terakreditasi oleh kreditur Dewan memberikan pinjaman pinjaman persentase untuk klien lokal dan internasional. Mohon jawaban jika tertarik. Terima kasih. Wahyu Ana cole Telp: + 447012955490 Email:roya_loans@rocketmail.com
read more »
About Us
Indonesia Art News merupakan media tentang dinamika seni yang berkait dengan aspek keindonesiaan. Media ini berusaha untuk mengedepankan segi informasi ihwal seni yang dikemas dengan cara pandang kritis dan muatan yang investigative. Indonesia Art News berkedudukan di Yogyakarta, Indonesia
Gabung di Facebook
Buku Tamu
Pengelola IAN
Editor in chief:Kuss Indarto
Editor:R. Toto Sugiarto
Designer:Andika Indrayana
Email - info@indonesiaartnews.or.id