HOME     NEWS     EVENTS     ARTICLES     DIRECTORY     BOOKS     OPPORTUNITIES  
   
Selasa, 28 Februari 2012 - 10:20
"Daun untuk Bumi" dari Seniman
oleh Rully Anwar
Wakil Gubernur Syaifullah Yusuf bersama penerima penghargaan, kolektor Oei Hong Djien dan GM AJBS, Soebagijo Widjaya. (foto: rully anwar)
MENYELAMATKAN lingkungan sebagai bagian tanggung jawab pada anak cucu dan generasi yang akan datang tak bisa ditunda lagi. Karena itu menurut Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf semua orang harus melakukan kepeduliannya pada lingkungan sesuai caranya. Terkait dengan Daun to Earth Award yang digagas para seniman untuk 16 pegiat lingkungan di Jatim, Gus Ipul amat mengapresiasi acara yang digelar di AJBS Gallery Minggu, 26 Februari 2012 itu sebagai langkah yang kreatif dan perlu ditiru oleh pihak lain-lain.

Dalam sambutannya sebelum menyerahkan penghargaan Daun to Earth Award yang digagas seniman itu Gus Ipul mengungkapkan kebanggaanya. “Saya merasa satu kata dengan seniman untuk memberikan penghargaan pada orang-orang yang telah peduli pada lingkungan,” katanya.

Lebih lanjut Gus Ipul menyatakan jika upaya untuk merawat bumi yang berisi 7 miliar penduduk itu harus segera dilakukan. “Apalagi 15 tahun ke depan, jumlah penduduk dunia mencapai 8 miliar sementara bumi, laut serta oksigennya tetap, lalu bagaimana kelak nasib anak cucu kita jika tidak sekarang kita menjaga lingkungan? Maka saya mengapresiasi acara ini sebagai upaya yang patut dilanjutkan untuk menyelamatkan generasi yang akan datang,” tegasnya.

Upaya seniman mengapresiasi para pegiat lingkungan itu kali ini seperti yang dilakukan lewat karya Dadi Setiyadi (Yogyakarta) dan Dukan Wahyudi (Surabaya) berjudul Daun to Earth. Dijelaskan Soebagio Widjaja, CEO AJBS Gallery, Daun to Earth adalah salah satu karya yang sedang dipamerkan di Galeri AJBS dalam solo exhbition Dadi Setiyadi berjudul Treasure on Mirror. “Karya itulah yang kemudian direspon dalam sebuah bentuk penghargaan,” kata Soebagio dalam acara yang sekaligus merupakan pembukaan pameran yang dibuka Gus Ipul bersama Dr Oei Hong Djien sebagai kurator pameran dan Pimred Jawa Pos Leak Kustiya.

Dalam project art yang juga merupakan kerjasama AJBS dengan komunitas Pararupa yang digagas Rully Anwar itu, mengkolaborasikan kedua seniman itu untuk membuat seni instalasi. Wujudnya berupa pohon dari besi baja dan daun-daun dari plat besi berwarna bronze. Pemilihan bentuk dedaunan berbentuk waru itu dimaksudkan melambangkan rasa cinta dan kepedulian pada lingkungan.

Menurut Dadi yang juga K etua Komunitas Tenggara Yogyakarta karya yang ia buat ini merupakan ungkapan kreatif atas keprihatinannya pada isu-isu lingkungan yang sudah dalam ambang batas dan perlu segera disadari oleh banyak pihak. “Seniman tentu dengan karyanya, yang lain tentu punya cara untuk peduli pada lingkungan. Dengan karya ini saya mengajak bersama-sama peduli,” katanya.

Sementara Dukan menilai award kali ini menjadi cara khas seniman yang diharapkan menggugah yang lain bergerak bersamanya. “Kalau pemerintah punya penghargaan Kalpataru, sekarang kami sebagai seniman menginisiasi penghargaan ini dalam bentuk instalasi yang kami buat untuk menghargai jerih payah para penggiat lingkungan yang luar biasa," ujar Dukan Wahyudi, Ketua Surabaya Art Worker.

Dijelaskan Soebagio, selain sebagai bentuk kreatif sang seniman, karya keduanya itu dimaksudkan untuk mengkritisi masalah lingkungan lebih dalam. “Penghargaan ini sebagai support dan apresiasi kami pada langkah-langkah semua orang di Jatim dalam menjaga lingkungan. Kali ini lewat tangan seniman yang harus dilanjutkan dengan langkah-langkah riil selanjutnya,” katanya.

Ke-16 penerima penghargaan itu adalah: 1. Amirudin Mutaqqin (Direktur Padepokan Wonosalam Lestari), A'ak Abdullah Al Kudus (Pendekar Laskar Hijau Pelindung Gunung Lemongan, Lumajang). 3. Rosek Nursahid (Pendiri LSM Internasional Pro Fauna, Malang), 4. Muhammad Ikhwan (Pelestarian Telaga Buret (Tulungangung), 5. Wahyu Sigit (Independent Dragonsfly Society). 6. H Ali Mansyur SAg. Direktur Mangrove Center Tuban). 7. Muhson. (Konsorsium Rumah Mangrove Surabaya), 8. Teguh Ardi Srianto (jurnalis pemerhati lingkungan dan Direktur KJPL, Surabaya), 9. M Khoirun SE (Kepala Desa Bendosari Pujon Malang). 10. Syamsuddin (penggagas sekolah lingkungan di Gresik), 11. Agung Supriadi (koordinator Gardabrantas Kertosono Nganjuk). 12. Hermawan Some (koordinator Komunitas Nol Sampah), 13. Rochani. Komandan Patroli Sungai, 14. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. 15. Azrul Ananda (Drektur Jawa Pos Group), 16. Dwi Sucipto (Dirut PT Semen Gresik). Dijelaskan Rully, masing-masing penerima penghargaan ini menerima plakat Daun to Earth, piagam dan bibit tanaman yang menjadi symbol untuk terus melakukan langkah yang berarti bagi lingkungan. Mereka ini menurut Rully punya peran yang berpengaruh dalam lingkungan yang telag dikurasi dengan jeli oleh juri Prigi Arisandi.

“Prigi adalah direktur Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton), yang juga peraih penghargaan Green Nobel dari Barack Obama Presiden Amerika Serikat, berupa Goldman Environmental Prize 2011 di California, USA,” kata kata Rully Anwar, project manager Daun to Earth Award.

Ditambahkan Heti Palestina Yunani, humas acara, pemberian penghargaan ini sebagai upaya apresiasi terhadap kekonsistenan para pegiat lingkungan yang turut andil dalam pelestarian lingkungan. “Kelestarian lingkungan sangat membutuhkan peran para pegiat lingkungan yang di antaranya melibatkan seniman lewat karyanya,” katanya.

Apalagi diketahui perbandingan pegiat lingkungan dengan area lingkungan tidak seimbang. Terutama di Jatim, sangat sedikit pegiat lingkungannya. “Sebagai upaya penghargaan terhadap peduli lingkungan tersebut, seniman Jatim memberikan apresiasi terhadap mereka,” sambung sekretaris panitia Siti Rafika Hard h iansari. (*)

Profil singkat penerima Daun to Earth Award

1. Amirudin Mutaqqin (Direktur Padepokan Wonosalam Lestari, Desa Wonosalam, Jombang). Komunitas Brantas yang dibentuknya punya inisiatif untuk memotivasi anak muda di DAS Brantas untuk berbuat bagi perubahan perbaikan kualitas lingkungan Brantas) sudah lebih dari sepuluh kelompok dan anak yang dengan tangan dinginnya berhasil meraih Youngchangemaker Award, dari Ashoka Foundation selama 3 tahun ini membangun komunitas pelestari mata air di hulu-hulu Brantas.

2. A'ak Abdullah Al Kudus (Pendekar Laskar Hijau Pelindung Gunung Lemongan, Lumajang). Penggiat aktivis muda lingkungan ini memiliki cara unik untuk menyelamatkan hutan di gunung lemongan Lumajang dengan mengumpulkan dan menanam biji-bijian yang dibuang dilelesi dari pasar, kampung-kampung samping berkampanye utk pelestarian hutan.

3. Rosek Nursahid (pendiri LSM Internasional Pro Fauna Malang). LSM yang berdiri sejakk 1994 merupakan LSM berskala internasional yang aktif menyuarakan penyelamatan satwa dan perlindungan habitat satwa.

4. Muhammad Ikhwan. (pelestari Telaga Buret Tulungangung). Ia melakukannya dengan pendekatan budaya, pendidikan dan agama. Pemuda ini mengajak berbagai kalangan untuk uri-uri kearifan local dalam penyelematan sumber air di Telaga Buret, ia juga mengenalkan konsep Community Logging pada warga tepi hutan yang membawa nilai kerakyatan dan konservasi. Tahun 2010 ia dianugerahi Emil Salim Award atas perjuangannya menyelamatkan Telogo Mburet.

5. Wahyu Sigit (Independent Dragonsfly Society). Pekerjaanya mensensus capung (kutrik/gantrung/cadhuk) yang ada di hulu Brantas. Ia ingin banyak orang menghargai capung dan melestarikan habitat kehidupan capung, karena sejatinya capung adalah indicator dan penjaga kelestarian sumber-sumber air. Ia kini berjuang agar kawasan Wendit di Malang dijadikan kawasan suaka bagi capung.

6. H Ali Mansyur Sag. Direktur Mangrove Center Tuban). Ialah pioneer penyelamatan mangrove dengan dikombinasikan dng pendidikan lingkungan. Ia bagikan dengan gratis ribuan bibit mangrove dan cemara udang kepada masyarakat untuk  menyelamatkan pantai. Ia ingin semua pantai di Jatim bersabuk hijau, dialah penjaga Garis pantai Jawa Timur.

7. Muhson. (Konsorsium Rumah Mangrove Surabaya). Penemu sirup mangrove dan berbagai jenis makanan dari bahan dasar mangrove. Berjuang tanpa ampun untuk mengembalikan kelestarian hutan mangrove meskipun Pemkot sering mengtacle langkah Muhson.

8. Teguh Ardi Srianto. (Jurnalis pemerhati lingkungan dan Direktur KJPL, Surabaya). Ia memberikan edukasi kepada jurnalis untuk lebih berkualitas menyajikan isu lingkungan dan membuat berita-berita yang berfihak kepada lingkungan hidup.

9. M Khoirun SE. (Kepala Desa Bendosari Pujon Malang). Kades yang menginisiasi desa bersih limbah dengan membangun 100 biogas dan pelestarian hutan untuk melindungi mata air di desanya yg menjadi sumber mata air Kali Brantas.

10. Syamsuddin. (Gresik) Guru pembaharu dengan gagasan tentang sekolah lingkungan. Melalui ‘kurikulum’ lingkungan yang dibuatnya, upayanya menjadi bagian dari sosialisasi pemahaman isu lingkungan yang ampuh di kalangan pelajar dan masyarakat setempat.

11. Agung Supriadi. (Koordinator Gardabrantas Kertosono Nganjuk). Ia mendesakkan penegakan hukum bagi pencemaran sungai di Kali Brantas

12. Hermawan Some. Melalui komunitas Nol Sampah ia ingin merubah perilaku manusia kini yang menyembah plastik, karena sejatinya plastic adalah racun bagi bumi. Ia giat kampanyekan dan dorong Pemerintah untuk pengurangan pemakaian tas kresek dan botol plastik wadah air kemasan.

13. Imam Rochani. Komandan Patroli Sungai ini sejak 2009 aktif memelototi outlet-outlet buangan pabrik di sepanjang kali Surabaya dan Kali Brantas, 30-an lebih industri yang telah dipidanakan karena hasil kerjanya bersama jajaran Kepolisian, Jasa Tirta I Malang dan BLH Propinsi Jatim. Jadi, dialah sebenarnya yang menjaga kualitas air yang diminum warga Surabaya.

14. Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya). Semenjak belum menjabat wali kota, tepatnya Ketua Bappeko ia telah berkomitmen menghijaukan Surabaya. Dengan bertambahnya sejumlah taman kota yang dahulu
peruntukannya tak sesuai dengan tata kota. Ia dengan berani menyulap berbagai sudut kota di Surabaya menjadi lebih hijau. Penghijauan di pantai timur Surabaya juga disambut berbagai pihak dan bergulir secara berkesinambungan berkat kebijakannya saat menjabat sebagai wali kota.

15. Azrul Ananda (Direktur Jawa Pos Group). Ia mempunyai kepedulian dalam sejumlah program lingkungan di Surabaya melalui event-event yang digelar berupa kampanye dan lomba-lomba berkait lingkungan yang digagas Jawa Pos Grup, di antaranya Green and Clean, Merdeka dari Sampah yang digelar setiap tahun yang menggerakkan kampung-kampung di Surabaya menjadi demam kebersihan.

16. Dwi Sucipto (Dirut Semen Gresik). Di bawah pimpinan Dirut Dwi Sucipto, sejak tahun 2010 sudah mendapatkan peringkat Proper Hijau. Pada proses penilaian proper lingkungan ini, ada beberapa aspek dinilai. Diantaranya, aspek legal spt perizinan juga aspek lainnya dari sisi operasional perusahaan. Seperti mengenai partikular debu, limbah debu, limbah padat, limbah cair, dan pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Aspek lainnya yakni program CSR.

CP
Rully Anwar: 081515855020 (project manager)
Heti Palestina Yunani: 085257703001 (humas)
Siti Rafika Hardh iansari: 0881357450381 (sekretaris)
*) Jurnalis dan pencinta seni, tinggal di Surabaya.
Leave a Comment
Please feel free to let us know your feeling about this
Your Name
Your Comment
Your Email
Image Verification
Captcha Image Reload Image
Utk ganti paragraf silakan klik
Comments:
Selasa, 19 November 2013 - 02:17
SrEfroTV0vbS - devines@camfilfarr.com
i vaulted it after 10 mins Celebrate ssslecufucly vaulting your collection with your Mafia! For your efforts, you have been awarded:Maltese FalconMaltese Falcon42 Attack65 Defensecheck my profile :P ;)Haider
15-12-2014 s/d 10-01-2015
Pameran Tunggal Angga Yuniar Santosa: “Holes Arround Me”
di Tembi Rumah Budaya Yogyakarta, Jl. Parangtritis Km 8.4 Tembi, Timbulharjo, Sewon. Bantul
13-12-2014
Seni Masa Kini: Catatan tentang “Kontemporer” oleh Mitha Budhyarto
di Langgeng Art Foundation jl. Suryodiningratan no 37 Yogyakarta
12-12-2014 s/d 12-12-2014
"Identity Parade", Pameran tunggal Maradita Sutantio
di ViaVia Café & Alternative Art Space, Jl. Prawirotaman 30 Yogyakarta
12-12-2014 s/d 13-12-2014
Gandari: Sebuah Opera Tari
di Teater Jakarta ,Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya, Jakarta
11-12-2014
Anak Wayang (Belajar Memaknai Hidup)
di Gedung PKKH (Purna Budaya) UGM
07-12-2014
"CHEMISTRY" (Charity, Music and Art for Unity)
di Cafe Catherius, Jl. Sawojajar 38 Bogor (belakang Yogya Bogor Junction)
06-12-2014 s/d 07-12-2014
JATENG ARTFEST 2014: "KONSERVASI BUDAYA, MERAJUT KERAGAMAN"
di Wisma Perdamaian Tugu Muda Semarang
05-12-2014
"INFERNO", Visual Art Exhibition
di DANES ART VERANDA Jl. Hayam Wuruk No.159 Denpasar 80235 Bali Indonesia
05-12-2014 s/d 28-12-2014
“The 3rd Jakarta International Photo Summit 2014: City of Waves”
di Galeri Nasional Indonesia, Jl. Medan Merdeka Timur 14, Jakarta
25-11-2014 s/d 28-11-2014
Pameran Seni Rupa "Art/East/Ism"
di Gedung Sasana Krida, Kompleks Universitas Malang (UM)
read more »
Rabu, 03-12-2014
Upaya Menemu Kebaruan
oleh Kuss Indarto
Kamis, 06-11-2014
Street Art di Yogyakarta, sebagai Karya Kreatif dan Politis
oleh Oleh Michelle Mansfield dan Gregorius Ragil Wibawanto
Senin, 13-10-2014
Menguji Kembali(nya) Faizal
oleh Oleh Kuss Indarto
Rabu, 01-10-2014
Kota Butuh Festival Seni
oleh Muchammad Salafi Handoyo
Rabu, 17-09-2014
Metafora Visual Kartun Editorial pada Surat Kabar Jakarta 1950-1957
oleh Priyanto Sunarto
read more »
Merajakan Nalar di Tengah Kepungan Hedonisme
oleh Christian Heru Cahyo Saputro
Buku bertajuk: Acropolis (Kerajaan Nalar) yang merupakan kumpulan kolom karya wartawan SKH Lampung Post Heri Wardoyo (HRW) hadir meramaikan pasar wacana. Buku yang berisi kolom-kolom Heri Wardoyo ini pernah dimuat di rubrik ‘Nuansa’ Lampung Post bertitimangsa tahun...
Fantasi Balzac tentang Pulau Jawa
oleh Sigit Susanto
Merajut Masa Depan Bocah Merapi
oleh T. Nugroho Angkasa S.Pd.
Novel Kasongan, Seliat Tanah Liat
oleh R. Toto Sugiharto
read more »
LOMBA PENULISAN JURNALISTIK
Lomba Foto “Air dan Sanitasi untuk Kehidupan yang Lebih Baik”
6th Beijing International Art Biennale 2015
Sayembara Cipta Kreasi Motif Batik Seragam Dinas Harian RSUP Dr Kariadi 2014
Lomba Desain Sepatu Tingkat Nasional 2014
LOMBA DESAIN MURAL GALERI NASIONAL INDONESIA 2014
LOMBA CIPTA SENI BATIK NUSANTARA 2014
The 4th Bangkok Triennale International: Print and Drawing
Iver Jåks Artist-In-Residency Program 2014
UNDANGAN Pameran Seni Rupa Karya Guru Seni Budaya “GURU SENI BERLARI” - GALERI NASIONAL INDONESIA
read more »
22/10/2014 14:34 | alfa poetra | salam semangart para karya indonesia. infonya untuk event or apapun itu tentang lukisan,.
02/10/2014 23:26 | Taink Takhril | ISTIMEWA, ak akan selalu belajar bareng Indonesia art news
01/10/2014 15:25 | Fatonah Winiarum | saya ingin bergabung
05/08/2014 18:31 | jupri abdullah | tururt bergabung sebagai media komunikasi seni rupa
04/07/2014 03:04 | Rev. Ana cole | Apakah Anda perlu bantuan keuangan/pinjaman untuk melunasi tagihan Anda, mulai atau memperluas bisnis Anda? Roya pinjaman perusahaan telah terakreditasi oleh kreditur Dewan memberikan pinjaman pinjaman persentase untuk klien lokal dan internasional. Mohon jawaban jika tertarik. Terima kasih. Wahyu Ana cole Telp: + 447012955490 Email:roya_loans@rocketmail.com
read more »
About Us
Indonesia Art News merupakan media tentang dinamika seni yang berkait dengan aspek keindonesiaan. Media ini berusaha untuk mengedepankan segi informasi ihwal seni yang dikemas dengan cara pandang kritis dan muatan yang investigative. Indonesia Art News berkedudukan di Yogyakarta, Indonesia
Gabung di Facebook
Buku Tamu
Pengelola IAN
Editor in chief:Kuss Indarto
Editor:R. Toto Sugiarto
Designer:Andika Indrayana
Email - info@indonesiaartnews.or.id