HOME     NEWS     EVENTS     ARTICLES     DIRECTORY     BOOKS     OPPORTUNITIES  
   
Rabu, 29 September 2010 - 08:12
Tegangan antara Kreativitas, Pasar, dan Media
oleh Satmoko Budi Santoso
Kap lampu dalam citra estetika Masmundari (almarhumah), seniman perempuan yang masih kreatif pada usia senja. Karya ini terpampang pada Biennale Jatim 2008. (foto: kuss)
PERBINCANGAN mengenai tegangan kreativitas, pasar, dan media memang tak pernah habis digali. Setiap seniman punya hak memaparkan perspektif. Upaya Indonesia Art News untuk menjaring pendapat seniman dari berbagai kota di Indonesia terus menuai hasil. Kini ada 2 seniman-dosen yang ditampilkan dalam kapasitas bingkai perbincangan mengenai kreativitas, pasar, dan media tersebut.

Di mata Andre Tanama, perupa dan dosen Seni Grafis, Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia Yogyakarta memandang nilai kreativitas adalah sesuatu hal yang berproses. Contohnya, perupa yang berjaya di usia tua tentu karena memiliki pondasi yang kuat dan kesiapan mental yang cukup. Tentu saja, mereka telah melalui perjalanan proses kreatif yang tidak instan.

”Laku prihatin dulu, berjuang keras, dan akhirnya menjadi bintang mungkin bisa menjadi pelajaran berharga bagi perupa muda. Meraih kejayaan memang tidak semudah diperoleh secara instan. Memang, sekarang, kondisi telah berkembang. Apalagi aspek teknologi, IT, dan jaringan sudah sangat terbuka. Tapi, pondasi yang kuat tetaplah perlu dibangun,” tutur Andre.

Untuk mendukung semua itu, maka layak jika infrastruktur senirupa jika perlu dibenahi, perlu sinkronisasi antara semua stake holders-nya. Tak bisa dihakimi salah satunya. Misalnya, ini yang salah institusi akademisnya, ini yang keliru galerinya, atau ini yang tidak profesional senimannya. Semua saling berkait. Ibarat gurita seni rupa. Salah di satu komponen, bisa merambah ke komponen lainnya. Oleh sebab itu pula, maka perlu adanya wadah semacam asosiasi. Kalau galeri ada Asosiasi Galeri Seluruh Indonesia (AGSI), mungkin bisa membuat Asosiasi Kolektor Seluruh Indonesia (AKSI). Bisa juga ada Asosiasi Seniman Indonesia (ASI), atau Asosiasi Institut Seni Indonesia (AISI). Semisal ada AGSI, AKSI, ASI, dan AISI bisa duduk bersama, mengevaluasi gejala-gejala yang kritis terhadap dunia seni rupa.

“Berkaitan dengan kreativitas pula, maka definisi karya yang berkarakter menurut saya tidak hanya pada aspek orisinalitas. Karena periode perkembangannya sudah sangat luas, maka akan sangat arogan jika kita bilang ini lukisan yang orisinal, belum ada yang gambarnya seperti ini. Konsepnya seperti ini. Karya yang berkarakter menurut saya yang sesuai dengan state of mind kita. Seraya tetap menjaga konsep, gagasan, kualitas karya, integritas berkarya, dan terbuka pada ide baru, serta terus mengembangkan intelektualitas,” papar Andre.

Dalam situasi seperti itu, posisi pasar menurut Andre memang seperti dua sisi mata uang. Bisa menjadi momok bagi kreativitas seniman perupa namun dapat juga menjadi pemicu kreativitas perupa. Kembali pada pondasi dan bekal yang dimiliki perupanya. Apakah ia dikontrol pasar, atau pasar yang ditaklukkan perupa. Namun, jika melihat keadaan pasar kini, sepertinya hegemoni pasar sangatlah kuat. Hingga banyak karya yang terintervensi baik secara visual, gagasan, maupun medianya.

Dalam kaitan itu pula, sebagai bagian dari infrastruktur senirupa yang sangat penting kehadirannya, di mata Raden Triyanto, dosen seni rupa Universitas Negeri Medan (Unimed) melihat posisi media seni rupa cukup menarik diamati. Bagi Triyanto, di banyak media terutama nasional (Jakarta) hanya mengenal segelintir penulis seni rupa. Akibatnya, baik bahasa dan gaya pembahasannya terlihat menjadi monoton. Belum lagi penggunaan pilihan kata yang sulit dicerna terutama oleh orang-orang yang jauh dari pusaran aktivitas seni. Padahal mereka juga mempunyai hak untuk tahu.

“Sebagai bahan bacaan bolehlah dikatakan sudah ada banyak pilihan. Dengan infrastruktur seni lainnya juga sebaiknya sinergis dalam satu simpaian (jalinan) erat. Begitu teori sosiologi seni mengajarkan. Jadi, dunia seni bukan hanya dibangun oleh seniman, tetapi juga adanya peran lembaga (galeri, sanggar, pendidikan), kritikus, kurator, media, pemerintah, dan pelindung seni,” ujar Triyanto, ”Kalau soal bisnis media cetak seni, wajar saja jika cukup sulit. Karena dunia seni masih diletakkan pada prioritas kesekian dari aktivitas kehidupan sehari-hari.” ***
Leave a Comment
Please feel free to let us know your feeling about this
Your Name
Your Comment
Your Email
Image Verification
Captcha Image Reload Image
Utk ganti paragraf silakan klik
Comments:
10-04-2016
Njoged Mbagong: Tubuh bagai mata air, kreativitas tetap mengalir
di Bangsal Diponegoro, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Kembaran, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul
03-04-2016 s/d 10-04-2016
Air Tanah, Respon Sumber Air Gemulo
di Sumber Air Gemulo, Jl. Bukit Berbunga, Bumiaji, Kota Batu
03-04-2016 s/d 09-04-2016
“RUANG KECIL BICARA”
di Galeri PRABANGKARA (DKJT) Kompleks Taman Budaya Jatim Jl. Gentengkali 85 Surabaya
31-03-2016 s/d 23-04-2016
Pameran Seni Rupa "Art Akulturasi"
di Galeri Seni House of Sampoerna Surabaya
31-03-2016 s/d 15-04-2016
Ketemu AJA: seniman asal Jembrana, Punia Atmaja
di KETEMU PROJECT SPACE Jl Batuyang, Perum Taman Asri 3A Batubulan, Bali
29-03-2016 s/d 11-04-2016
PELEBURAN RUPA, NADA, DAN KATA: A Solo Exhibition by Andra Semesta
di Cemara 6 Art Centre (Galeri) Jl.Hos.Cokroaminoto 9-11, Menteng, Jakarta
04-12-2015 s/d 13-12-2015
Pameran Tunggal EKSPLORASI RASA karya Atty AS
di TEMBI Rumah Budaya jl Parangtritis Km 9,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul Yogyakarta.
03-12-2015 s/d 11-12-2015
Pameran Tunggal Herman "Gusher" Widianto: SUMELELEH
di Bentara Budaya Jakarta, Jl. Palmerah Selatan 17, Jakarta 10270
03-12-2015 s/d 05-12-2015
"DYSTOPIA: 1000 ISLANDS", a visual exhibition
di Cata Data, Jl Penestanan Kelod (T-Junction Opp. Pura Dalam Penestanan), Bali
01-12-2015 s/d 10-12-2015
PAMERAN 7RUPA PERUPA
di Museum Senirupa Dan Keramik Jl. Pos Kota No. 2 Jakarta Barat
read more »
Jum'at, 08-04-2016
FBU 2015: Frankfurt Book Unfair 2015
oleh Sigit Susanto
Selasa, 16-02-2016
Tanda Rasa, Tanda Ada
oleh Kuss Indarto
Sabtu, 16-01-2016
Mengejar Hasrat, Menghajar yang Membebat
oleh Kuss Indarto
Minggu, 06-12-2015
Taman Budaya Bukan Taman Makam Budaya
oleh Kuss Indarto
Selasa, 01-12-2015
Pesta Sastra Zofingen 2015: Ekor Frankfurt
oleh Sigit Susanto
read more »
Merajakan Nalar di Tengah Kepungan Hedonisme
oleh Christian Heru Cahyo Saputro
Buku bertajuk: Acropolis (Kerajaan Nalar) yang merupakan kumpulan kolom karya wartawan SKH Lampung Post Heri Wardoyo (HRW) hadir meramaikan pasar wacana. Buku yang berisi kolom-kolom Heri Wardoyo ini pernah dimuat di rubrik ‘Nuansa’ Lampung Post bertitimangsa tahun...
Fantasi Balzac tentang Pulau Jawa
oleh Sigit Susanto
Merajut Masa Depan Bocah Merapi
oleh T. Nugroho Angkasa S.Pd.
Novel Kasongan, Seliat Tanah Liat
oleh R. Toto Sugiharto
read more »
Pameran Besar Seni Rupa Indonesia 2016
Kompetisi Karya Trimatra Salihara 2016
Call for Applications for the Artists in Residence Programme 2016 in Austria
Kompetisi UOB Painting of the Year 2015
BANDUNG CONTEMPORARY ART AWARDS (BaCAA) #04
KOMPETISI SENI LUKIS, MANDIRI ART AWARD 2015
GUDANG GARAM INDONESIA ART AWARD 2015
Dana SAM untuk Seni dan Lingkungan
LOMBA PENULISAN JURNALISTIK
Lomba Foto “Air dan Sanitasi untuk Kehidupan yang Lebih Baik”
read more »
05/01/2016 15:38 | Kareba Art | Salam, Kami dari Kareba Art Management ingi mengadakan pameran Drwaing. Bagaimana caranya agar kegiatan kami dipublikasikan di Indonesia Art News? Makasih....
06/05/2015 16:11 | EkanantoBudiSantoso | to Pa Andre Galnas,kapan kita reuni mamer bareng temen2x? biar wacananya "dream come true gitu,art new biar juga makin seru kita undang konco2x sy nulis disini juga,thanks att.
06/05/2015 16:03 | EkanantoBudiSantoso | Sy butuh info lomba lukis Mandiri,sebenarnya kompetisi bukan untuk cari "jawara,jati diri dan silaturakhmi perupa sangat perlu"dikembangbiakan biar ngga ego,ah.
10/02/2015 23:32 | icha | saya mw jual brang py kkek msa penjajahan di ambon.... samurai bs ditekuk pjang bget... ada belati kecil beserta bendera jepang msa lampau... ada tulisan di sebuah uukuran kertas seperti kulit binatang tpi tulisan jepang... mhon bntuan nya mau jual saja butuh ug urgent
04/02/2015 09:50 | Anwar Sanusi | Artikel sangat membantu dalam membuka wawasan tentang Seni...
read more »
About Us
Indonesia Art News merupakan media tentang dinamika seni yang berkait dengan aspek keindonesiaan. Media ini berusaha untuk mengedepankan segi informasi ihwal seni yang dikemas dengan cara pandang kritis dan muatan yang investigative. Indonesia Art News berkedudukan di Yogyakarta, Indonesia
Gabung di Facebook
Buku Tamu
Pengelola IAN
Editor in chief:Kuss Indarto
Editor:R. Toto Sugiarto
Designer:Andika Indrayana
Email - info@indonesiaartnews.or.id