Rabu, 03 Desember 2014 - 10:07 WIB
Kesederhanaan pada Grafis Setiawan Sabana
oleh Dany Kurnia Gunawan
SENI grafis konvensional memiliki alur sejarah yang panjang. Namun, secara singkat seni grafis konvensional ini merujuk pada dua fenomena kesejarahan, yaitu pada sejarah kebudayaan Negara Jerman di Eropa dan Jepang di Asia. Keahlian dalam seni grafis Jerman identik dengan penggunaan teknik-teknik yang mekanistis sedangkan Jepang teknik-teknik yang naturalis....
Tiada Lagi SMS dari Gandung
oleh Kuss Indarto
Pejantan Tangguh
oleh Yaksa Agus
Titik Pergerakan Seni Keramik Kontemporer Indonesia
oleh Dany K. Gunawan
Make A Wish (+ Congratulations)
oleh Dany K. Gunawan
  HOME     NEWS     EVENTS     ARTICLES     DIRECTORY     BOOKS     OPPORTUNITIES  
Selasa, 13 Januari 2015 - 13:18
Hidup Sebagai Cahaya
oleh Arahmaiani
Karya mural garapan kelompok Media Legal. (foto: andres)

PROYEK “street art” atau seni rupa jalanan Kali Code diikuti oleh seniman-seniman baik secara tunggal maupun kelompok. Mereka adalah seniman-seniman yang sudah terbiasa tampil dan berkarya dengan gaya ekspresi seperti ini. Ikut serta dalam proyek seni berorientasi sosial ini adalah: Alex Tmt feat SAKI, Ruang Kelas SD, DS-14, Guerillas, Setsu, Zent Prozent, ASTC 29, Lovehatelove-Iendlovebadillust-Pack One, Clucksick, Kentut Paus Crew,Herehere feat YK Logos, Wahyu Eko Prasetyo feat David Piagio, Iona feat Anagard, dan Maria Slovakova. Beberapa nama dan karyanya banyak terlihat di jalanan kota Yogyakarta sebut saja Digie Sigit, Herehere, dan Love Hate. Mereka menampilkan ekpresi dalam berbagai gaya yang dikembangkan si seniman selama perjalanan proses berkarya nya. Yang tentu saja memperkaya khazanah seni rupa secara umum—maupun seni rupa jalanan khususnya. Memang seni rupa jalanan di Yogyakarta tampak tumbuh subur—kreativitas para seniman bisa tertuang dengan cukup leluasa dan tidak menemui kesulitan berarti dalam berhadapan langsung dengan publik.

Proyek yang digagas oleh Ruang Kelas SD bersama SAKI (Sanggar Anak Kampung Indonesia) dan dilaksanakan di sekitar kampung Ledhok Tukangan dipinggir Kali Code ini dimaksudkan sebagai respon dan kepedulian seniman atas kehidupan masyarakat urban kampung di tengah kota Yogyakarta. Yang tak lekang berbagai persoalan. Mulai dari beban ekonomi yang tak ringan dan lahan hidup yang terpuruk, ketegangan sosial karena gaya hidup modern yang cenderung individualistis dan kompetitif – hingga persoalan hidup konsumtif dibawah tekanan budaya global yang terus menggerus budaya tradisi. Dan yang tak kurang penting adalah bagaimana lingkungan tercemar sehingga mengurangi kenyamanan  dan mengancam kesehatan. Dengan mengemukakan metoda dialog para seniman mencoba memahami persoalan-persoalan maupun aspirasi penduduk kampung dan dijadikan sumber gagasan untuk karya mereka. Memang di dalam pengantar proyek maupun judulnya (Urip Urupi Tiyang Code) disinggung pemahaman dan kesadaran berdasarkan falsafah hidup Jawa yang luhur untuk tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, bersedia berbagi  dan menjadi berguna untuk yang lain.

Begitulah kepekaan seorang seniman yang mengolah kreatifitasnya secara sungguh-sungguh untuk menemukan arti keindahan yang sebenarnya semestinya tidak akan memisahkan diri dari kehidupan yang sesungguhnya. Mungkin seseorang dengan kemampuan kreatif yang luar biasa akan dianggap manusia hebat – namun jika tak memiliki kepekaan terhadap mahluk lain dan lingkungan disekitarnya, maka perlu dipertanyakan kembali kemampuanya. Begitulah keyakinan para seniman anggota komunitas seni jalanan ini. Dan keyakinan ini tidak hanya tinggal sebagai sesuatu yang abstrak belaka tetapi dijadikan laku dan dipraktekkan dalam kehidupan. Sehingga seni disini tidak menjadi hal yang terpisah dari kehidupan—tidak terkurung didalam galeri yang steril dan dingin yang dikooptasi oleh pasar. Begitu pula dengan seniman dalam proses kerjanya—jelas tidak dipenjarakan didalam studionya dan lalu menciptakan karya-karya yang hanya bisa dinikmati oleh segelintir elit berduit atau golonganya. Disini mitos “seni untuk seni” yang eksklusif dan elitis telah ditolak dengan cara yang luar biasa kreatif! Ya, seseorang yang sungguh-sungguh kreatif tentu akan bisa melihat kemungkinan dan jalan alternative, seperti pepatah mengatakan: ada banyak jalan menuju Roma.

Sangatlah wajar dan masuk di akal jika seseorang yang kreatif dan peka akan tersentuh dengan penderitaan yang lian. Dan dengan kemampuanya lalu ingin membantu meringankan beban mereka yang susah supaya terbebaskan. Ya seperti pisau yang tajam yang kerap diasah—seniman yang kerap mengasah kepekaan dan kreatifitasnya akan berempati pada fenomena kehidupan yang menyentuh hati. Yang kemudian menjadi inspirasi bagi karya-karyanya. Seniman tidak memerlukan dogma, rumus-rumus atau ajaran yang kaku—karena kreatifitas, kepekaan dan keterbukaan hatinya akan membimbing ia menyadari dan menemukan keindahan hidup. Yang kemudian akan ia ekspresikan didalam karyanya. Apalagi jika dibarengi dengan kesadaran untuk menjinakkan ego dan berbagi dengan yang liyan—lalu menjadi berguna bagi kehidupan. Sang seniman juga akan menemukan jalan menuju keindahan dalam kebersamaan atau kesaling-terhubungan. Yang tak hanya besifat sementara dan melulu kasat mata.

Nyatanya memang disini seniman juga berhadapan dengan kenyataan hidup yang cukup pahit yaitu kenyataan hidup mereka yang dianggap sebagai “penumpang kelas ekonomi”. Yang tidak mendapatkan fasilitas yang baik dari Negara dan cenderung di-anak tirikan. Bagaimana mereka kehilangan lahan kehidupan penambangan pasir dan beternak (keramba) ikan di Kali Code karena limbah dari hotel-hotel besar  mencemari sungai. Siapa peduli? Lalu mereka harus berlalih profesi menjadi buruh gendong, atau tukang parkir di pasar Bringharjo atau jalan Malioboro—siapa yang memikirkan hal ini? Bagaimana orang harus memenuhi tanggung-jawab membiayai kehidupan keluarganya—siapa yang mau tahu? Sementara disisi lain seperti umum kita ketahui bagaimana para pejabat dan aparat Negara dengan ringan tangan tanpa rasa malu dan bersalah melakukan tindak korupsi alias mencuri uang rakyat! Bahkan mereka yang sudah terbukti di pengadilan tidak melaksanakan kewajiban dan tanggung-jawab dan melakukan pelanggaran yang memalukan ini juga tidak terdengar suaranya untuk meminta maaf.

Demikian seniman juga mesti sadar bahwa Indonesia sebagai Negara yang menganut sistem demokrasi - artinya partisipasi rakyat dalam pembuatan kebijakan adalah keharusan. Dan dalam kondisi sistem yang masih sedang berproses ini seniman seharusnya membantu dan ikut berpartisipasi. Ini juga sesuai dengan logika falasafah tradisi diatas. Konsekwensinya disini seniman akan harus mau belajar bidang ilmu lainnya—atau memahami arti seni dalam pengertian yang tak hanya dibatasi soal estetik. Tetapi bersifat trans-disiplin dimana keterkaitan antara berbagai elemen di dalam kehidupan dipahami dan dijadikan cara pendekatan atau metoda untuk solusi masalah. Ya disini konsep dan pemaknaan seni memang menjadi diperluas. Tidak dibatasi hanya sebagai praktek penciptaan objek yang indah semata, apalagi menjadikan yang lian hanya menjadi sekedar objek dan material karya saja. Jadi pengertian kreatifitas tak hanya dibatasi sebagai sesuatu yang hanya dimiliki seniman—tetapi sebagai potensi yang dimiliki semua manusia. Dan seniman memainkan peran sebagai inisiator dan fasilitator yang akan mengembangkan dan mengolah potensi kreatif manusia untuk kebersamaan dan kesejahteraan kehidupan. Untuk mengatasi berbagai masalah dan tantangan di dalam kehidupan ini. ***

*) Perupa
Leave a Comment
Please feel free to let us know your feeling about this
Your Name
Your Comment
Your Email
Image Verification
Captcha Image Reload Image
Utk ganti paragraf silakan klik
Comments:
Senin, 26 Januari 2015 - 01:16
1 - sample@email.tst
20
Rabu, 14 Januari 2015 - 00:35
Baron Basuning - baronbasuning_abstract@yahoo.com
dari kesederhanaan event seni ini namun sarat substansi kecintaan terhadap alam raya....
14-01-2015 s/d 11-02-2015
ARTGANIC, Pameran tunggal oleh Riski Januar
di ViaVia Café & Alternative Art Space, Jl. Prawirotaman 30 Yogyakarta
10-01-2015 s/d 15-01-2015
Pameran Tunggal Seni Rupa 'Jelang 10 tahun: Bintang Tanatimur"
di Rumah Seni Sidoarum, Jl. Garuda no. 563, Krapyak RT07 RW18, Sidoarum, Godean, Sleman, Yogyakarta
10-01-2015
PELUNCURAN NOVEL “STRAW” NOORCA MASSARDI & “LANGIT TERBUKA” RAYNI MASSARDI
di Bentara Budaya Bali, Jl. Prof. Dr. Ida Bagus Mantra 88A, Gianyar, Bali
09-01-2015
Resital Vokal Nisfulail Dwi: "Smaradhana"
di Tembi Rumah Budaya, Jl. Parangtritis Km 8.4 Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul
29-12-2014
RAUNG JAGAT
di Kedai Kebun Forum Jl. Tirtodipuran No. 3, Kota Yogyakarta
28-12-2014 s/d 28-01-2015
Pameran "JAGA JAGAT"
di Shankara Art Space Jl. Danau Toba #7, Pantai Sanur, Bali
27-12-2014
Art Exhibition "Art Introspection"
di Pawon Art Space, Jln. Candi Pawon no. 18, Brojonalan, Wanurejo, Borobudur, Magelangan
26-12-2014
Orasi Budaya dan Pameran Arsip Jeprut
di Galeri Soemardja FSRD-ITB Jl. Ganesha 10 Bandung
15-12-2014 s/d 10-01-2015
Pameran Tunggal Angga Yuniar Santosa: “Holes Arround Me”
di Tembi Rumah Budaya Yogyakarta, Jl. Parangtritis Km 8.4 Tembi, Timbulharjo, Sewon. Bantul
13-12-2014
Seni Masa Kini: Catatan tentang “Kontemporer” oleh Mitha Budhyarto
di Langgeng Art Foundation jl. Suryodiningratan no 37 Yogyakarta
read more »
Selasa, 13-01-2015
Hidup Sebagai Cahaya
oleh Arahmaiani
Senin, 22-12-2014
Karya Kerja Memaksimalkan Panca Indera
oleh Oleh Palupi. S, M.A
Rabu, 03-12-2014
Upaya Menemu Kebaruan
oleh Kuss Indarto
Kamis, 06-11-2014
Street Art di Yogyakarta, sebagai Karya Kreatif dan Politis
oleh Oleh Michelle Mansfield dan Gregorius Ragil Wibawanto
Senin, 13-10-2014
Menguji Kembali(nya) Faizal
oleh Oleh Kuss Indarto
read more »
Merajakan Nalar di Tengah Kepungan Hedonisme
oleh Christian Heru Cahyo Saputro
Buku bertajuk: Acropolis (Kerajaan Nalar) yang merupakan kumpulan kolom karya wartawan SKH Lampung Post Heri Wardoyo (HRW) hadir meramaikan pasar wacana. Buku yang berisi kolom-kolom Heri Wardoyo ini pernah dimuat di rubrik ‘Nuansa’ Lampung Post bertitimangsa tahun...
Fantasi Balzac tentang Pulau Jawa
oleh Sigit Susanto
Merajut Masa Depan Bocah Merapi
oleh T. Nugroho Angkasa S.Pd.
Novel Kasongan, Seliat Tanah Liat
oleh R. Toto Sugiharto
read more »
LOMBA PENULISAN JURNALISTIK
Lomba Foto “Air dan Sanitasi untuk Kehidupan yang Lebih Baik”
6th Beijing International Art Biennale 2015
Sayembara Cipta Kreasi Motif Batik Seragam Dinas Harian RSUP Dr Kariadi 2014
Lomba Desain Sepatu Tingkat Nasional 2014
LOMBA DESAIN MURAL GALERI NASIONAL INDONESIA 2014
LOMBA CIPTA SENI BATIK NUSANTARA 2014
The 4th Bangkok Triennale International: Print and Drawing
Iver Jåks Artist-In-Residency Program 2014
UNDANGAN Pameran Seni Rupa Karya Guru Seni Budaya “GURU SENI BERLARI” - GALERI NASIONAL INDONESIA
read more »
10/01/2015 12:25 | Mr Johnson mark | halo juga, Apakah Anda membutuhkan pinjaman yang sah sebesar 3%? pribadi atau bisnis kredit jika ya, kembali ke kami di; Johnsonloanfirm02@live.com untuk info lebih lanjut.   PINJAMAN FORMULIR PENDAFTARAN MENGISI DAN RETURN nama === Jumlah yang dibutuhkan: === Durasi: == negara === Tujuannya: === seks ==== Ponsel Nomor: == pendapatan bulanan === pekerjaan ===== Dilaksanakan sebelum ya / tidak: i menunggu tanggap darurat .... Mr Johnson mark
10/01/2015 12:25 | Mr Johnson mark | halo juga, Apakah Anda membutuhkan pinjaman yang sah sebesar 3%? pribadi atau bisnis kredit jika ya, kembali ke kami di; Johnsonloanfirm02@live.com untuk info lebih lanjut.   PINJAMAN FORMULIR PENDAFTARAN MENGISI DAN RETURN nama === Jumlah yang dibutuhkan: === Durasi: == negara === Tujuannya: === seks ==== Ponsel Nomor: == pendapatan bulanan === pekerjaan ===== Dilaksanakan sebelum ya / tidak: i menunggu tanggap darurat .... Mr Johnson mark
10/01/2015 12:25 | Mr Johnson mark | halo juga, Apakah Anda membutuhkan pinjaman yang sah sebesar 3%? pribadi atau bisnis kredit jika ya, kembali ke kami di; Johnsonloanfirm02@live.com untuk info lebih lanjut.   PINJAMAN FORMULIR PENDAFTARAN MENGISI DAN RETURN nama === Jumlah yang dibutuhkan: === Durasi: == negara === Tujuannya: === seks ==== Ponsel Nomor: == pendapatan bulanan === pekerjaan ===== Dilaksanakan sebelum ya / tidak: i menunggu tanggap darurat .... Mr Johnson mark
10/01/2015 12:25 | Mr Johnson mark | halo juga, Apakah Anda membutuhkan pinjaman yang sah sebesar 3%? pribadi atau bisnis kredit jika ya, kembali ke kami di; Johnsonloanfirm02@live.com untuk info lebih lanjut.   PINJAMAN FORMULIR PENDAFTARAN MENGISI DAN RETURN nama === Jumlah yang dibutuhkan: === Durasi: == negara === Tujuannya: === seks ==== Ponsel Nomor: == pendapatan bulanan === pekerjaan ===== Dilaksanakan sebelum ya / tidak: i menunggu tanggap darurat .... Mr Johnson mark
22/10/2014 14:34 | alfa poetra | salam semangart para karya indonesia. infonya untuk event or apapun itu tentang lukisan,.
read more »
About Us
Indonesia Art News merupakan media tentang dinamika seni yang berkait dengan aspek keindonesiaan. Media ini berusaha untuk mengedepankan segi informasi ihwal seni yang dikemas dengan cara pandang kritis dan muatan yang investigative. Indonesia Art News berkedudukan di Yogyakarta, Indonesia
Gabung di Facebook
Buku Tamu
Pengelola IAN
Editor in chief:Kuss Indarto
Editor:R. Toto Sugiarto
Designer:Andika Indrayana
Email - info@indonesiaartnews.or.id