HOME     NEWS     EVENTS     ARTICLES     DIRECTORY     BOOKS     OPPORTUNITIES  
   
Visual Art Exhibition 'BlackBox' by G-Five
Waktu: 17-08-2012
di Danes Art Veranda, Jl. Hayam Wuruk No. 159, Denpasar, Bali
Dari Sepotong Senja di Pojok Warung: Menapak Wilayah ‘Spiritualitas’ G-Five

“A painter should begin every canvas with a wash of black, because all things in nature are dark except where exposed by the light...”
― Leonardo da Vinci

Dalam sepotong senja yang biasa, kami menikmati kopi hitam dan pisang goreng hangat di sebuah warung pinggir sawah di Junjungan, Ubud. Mentari jingga merangkak pelan menelusup daun-daun kelapa di kejauhan, hingga larut penuh dalam pelukan malam. Sebuah prosesi yang luar biasa. Sebuah transisi terang ke gelap. Cahaya-cahaya lampu rumah penduduk mulai memendar.

Kadek Ardika, Made Gede Putra, Wiguna Valasara, Legianta dan Upadana sedang melepas senja sembari berbagi  cerita perihal pameran terbaru mereka ‘black box’. (Sebuah idiom yang mengacu pada mesin pencatat data rekaman sebuah pesawat terbang.) Ada apa dengan kotak hitam? Yang ternyata sosok ‘studio’ baru yang mereka ingin dirikan bersama, memboyong kasur, dipan, kompresor, celana jins belel, kuas dan segala artefak hidup mereka di galeri Danes –tempat pameran dilangsungkan, termasuk foto pacar, inspirasi yg lain.

“Kali ini kami ingin tampil jujur dan ‘telanjang'. Tak ada rahasia diantara kita berdua. Jika studio selama ini adalah sebuah ruang di balik layar, kami ingin membuka pintu lebar-lebar, membawanya ke depan layar, mempersilahkan kawan, penikmat, masyarakat masuk, semua bisa sekedar mampir. Berada bersama kami. Tak berjarak. Berbagi secangkir kopi hangat barangkali?” Kadek Ardika menyampaikan hasratnya. 

Alih-alih membawa karya jadi, mereka membawa alat-alat lukis dan benda-benda absurd. Sepertinya mereka tengah bosan memamerkan estetika dalam karya visual. Atau mereka sedang mencari sebentuk estetika yang lain? Kali ini mereka mengambil jalan belakang, menampilkan ‘ruang pribadi’ mereka. Apa gerangan yang ada di benak mereka. Apa gerangan yang ingin mereka bagikan? Ibarat sebuah rumah, sepertinya mereka mengajak kita ke dapur dan teras belakang.

“Atau apakah mereka sedang mulai menanjak wilayah berbeda, barangkali ‘spiritual’?” aku mencoba menerka. Melupakan estetika visual, memilih jalan ‘hitam’, menghilangkan semua atribut yang melekat pada diri. Menjadi sama rata datar. Ada tak ada. Tak Ada ada. Mencari celah, ruang, sudut untuk mendengar mencoba mendengar suara-suara ‘lain’. Suara-suara yang selama ini sangat dinantikan oleh seniman untuk menghasilkan karya-karya hebatnya? Kejujuran. Keberanian. Suara hati. Yang apakah itu hanya wilayah yang sangat pribadi, dekat sekali, sedekat diri sendiri? Sekali lagi, who knows?

Dalam pameran kali ini, seolah mereka berlima mengamini, kegelisahan dimulai saat bangun tidur di rumah. Lalu beranjak ke studio minum secangkir kopi atau sekedar air putih segelas. Menumpahkan semua imaji itu dalam karya. Rahasia-rahasia tentang mereka semua tersimpan dalam setiap jejak-jejak hari mereka bersama benda-benda yang memahami mereka bahkan lebih daripada karya jadi serupa lukisan yang siap dikoleksi.

Menutup senja, Legianta dan Valasara sambil tersenyum berkelakar, “Masuklah ke ruang gelap ini. Nanti kita berpesta lilin. Menyalakan cahaya masing-masing. Barangkali dapat melihat diri masing-masing ada di antara salah satu artefak-artefak itu, jawaban dari sebuah pilihan profesi? Seperti keberanian menjadi seniman. Tanpa seragam kerja klimis. Gaji bulanan. Semua berpulang kepada pemahaman masing-masing. Akan benda. Akan rasa. Akan pilihan.”

(Namun perlu diingatkan, laron di musim hujan, memilih bergerombol mencari cahaya lampu mengiranya jalan keluar dan mati terbakar! Bukannya lubang angin, menjadi mahluk bebas bermain bintang di langit gelap. Ingat, di langit paling gelap lah, bintang bersinar paling terang!)

Matahari terbenam. Senja purna. Masing-masing dari kami pulang, menghidupkan cahaya… Klik!

Pande Putu Setiawan
Sahabat G-five
23-04-2015
Seminar Sesrawung PKKH UGM: “Heterotopia dan Ekspresi Artistik, Seni dan Penataan Arsitektur Ruang Kota yang Manusiawi”
di Hall PKKH UGM, Bulaksumur
19-04-2015
APRIL MOOD
di Rumah Seni Sidoarum, Jl. Garuda 563, Krapyak RT 07, RW 18, Sidoarum, Godean, Sleman, Yogyakarta
17-04-2015 s/d 17-05-2015
BIOGRAFI VISUAL "OKSIGEN JAWA"
di Galeri Soemardja, ITB
16-04-2015
Dialog & Pembacaan Puisi "Penyair Srilanka - Rudramoorthy Cheran"
di Bentara Budaya Bali Jl. Prof. Dr. Ida Bagus Mantra 88A, Gianyar, Bali
15-04-2015
Sehari Boleh Gila
di Tahunmas Artroom (Jln H. Saptohudoyo), Rumah Nasirun (dekat Rumah Dr Timbul Raharjo), Halaman Parkir PT Timboel, Kasongan, Yogyakarta.
15-04-2015 s/d 19-04-2015
Pameran Tunggal Soetopo: "Melintasi Jaman"
di Bentara Budaya Jogyakarta Jl Suroto 2, Kota Baru, Yogyakarta
15-04-2015
Artist Talk "Mendadak Sticker" bersama Seniman Greys Lockheart (Filipina) dan J.K. Shin (Korea Selatan)
di Dongengkopi & Indiebook
31-03-2015
YogyaSemesta”Seri-77: PISOWANAN AGUNG SEBAGAI GERAKAN KEBUDAYAAN “JOGJA GUMREGAH” MENUJU PERADABAN BARU “JOGJA ISTIMEWA”
di Kepatihan, Jl. Malioboro, Yogyakarta
31-03-2015
Seri Ceramah/ Diskusi “Guru-Guru Muda”
di di Langgeng Art Foundation (LAF) Jl. Suryodiningratan no. 37 Yogyakarta
31-03-2015
"Musik Mantra 2" Kerjasama Teater Gabungan Yogyakarta dan PKKH UGM
di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardja Soemantri (Purna Budaya) UGM Jl. Persatuan Ugm Jogjakarta, Yogyakarta
read more »
Kamis, 23-04-2015
Seniman Karbitan
oleh Aris Setyawan
Minggu, 12-04-2015
Dinamika Seni Rupa (di) Pasuruan
oleh Wahyu Nugroho
Jum'at, 27-03-2015
Pertaruhan Artistik dalam “Tiga Karakter, Tiga Warna”
oleh Kuss Indarto
Senin, 09-03-2015
Rebranding Luar-Dalam
oleh Kuss Indarto
Sabtu, 07-03-2015
Si Encit, Cus, Alias Doktorandus Raden Hendro Suseno
oleh Sunardian Wirodono
read more »
Merajakan Nalar di Tengah Kepungan Hedonisme
oleh Christian Heru Cahyo Saputro
Buku bertajuk: Acropolis (Kerajaan Nalar) yang merupakan kumpulan kolom karya wartawan SKH Lampung Post Heri Wardoyo (HRW) hadir meramaikan pasar wacana. Buku yang berisi kolom-kolom Heri Wardoyo ini pernah dimuat di rubrik ‘Nuansa’ Lampung Post bertitimangsa tahun...
Fantasi Balzac tentang Pulau Jawa
oleh Sigit Susanto
Merajut Masa Depan Bocah Merapi
oleh T. Nugroho Angkasa S.Pd.
Novel Kasongan, Seliat Tanah Liat
oleh R. Toto Sugiharto
read more »
KOMPETISI SENI LUKIS, MANDIRI ART AWARD 2015
GUDANG GARAM INDONESIA ART AWARD 2015
Dana SAM untuk Seni dan Lingkungan
LOMBA PENULISAN JURNALISTIK
Lomba Foto “Air dan Sanitasi untuk Kehidupan yang Lebih Baik”
6th Beijing International Art Biennale 2015
Sayembara Cipta Kreasi Motif Batik Seragam Dinas Harian RSUP Dr Kariadi 2014
Lomba Desain Sepatu Tingkat Nasional 2014
LOMBA DESAIN MURAL GALERI NASIONAL INDONESIA 2014
LOMBA CIPTA SENI BATIK NUSANTARA 2014
read more »
24/04/2015 12:44 | togel harian | Buat anda teman pecinta togel (toto gelap) sekarang ada solusi yg tepat dan akurat, hubungi guru togel Mbah Suro di nmr 082354640471 terima kasih.
10/02/2015 23:32 | icha | saya mw jual brang py kkek msa penjajahan di ambon.... samurai bs ditekuk pjang bget... ada belati kecil beserta bendera jepang msa lampau... ada tulisan di sebuah uukuran kertas seperti kulit binatang tpi tulisan jepang... mhon bntuan nya mau jual saja butuh ug urgent
04/02/2015 09:50 | Anwar Sanusi | Artikel sangat membantu dalam membuka wawasan tentang Seni...
02/02/2015 22:26 | Redaksi Indonesia Art News | Sdr. DheaMS, Anda bisa menyimak dari deadline atau keterangan waktu lainnya, apakah lomba-lomba tersebut sudah berakhir atau masih berlaku. Silakan cek. Terima kasih.
02/02/2015 21:00 | DheaMS | apa lomba ini masih berlaku? jika masih berlakunya sampai kapan? mohon jawabannya
read more »
About Us
Indonesia Art News merupakan media tentang dinamika seni yang berkait dengan aspek keindonesiaan. Media ini berusaha untuk mengedepankan segi informasi ihwal seni yang dikemas dengan cara pandang kritis dan muatan yang investigative. Indonesia Art News berkedudukan di Yogyakarta, Indonesia
Gabung di Facebook
Buku Tamu
Pengelola IAN
Editor in chief:Kuss Indarto
Editor:R. Toto Sugiarto
Designer:Andika Indrayana
Email - info@indonesiaartnews.or.id