HOME     NEWS     EVENTS     ARTICLES     DIRECTORY     BOOKS     OPPORTUNITIES  
   
Novel Kasongan, Seliat Tanah Liat
Judul Buku:KASONGAN
Penulis:SATMOKO BUDI SANTOSO
Penerbit:DIVA PRESS YOGYAKARTA
Cetakan:1, 2012
Tebal Buku:400 halaman
PENGISAHAN sebuah novel bisa berangkat dari mana saja. Bisa dari tokoh (karakterisasi) ataupun tempat (setting). Novel heroik pun bisa dikisahkan dari kedua unsur narasi tersebut. Seperti juga novel etnografi. Nama-nama tertentu mengisyaratkan orang atau karakter dari etnis tertentu. Begitu pun nama tempat, menyiratkan sekaligus keadaan sosial, politik, budaya, dan ekonomi tempat tersebut.

Kasongan yang menjadi judul novel ini mengambil nama tempat sebagai pusat pengisahan. Kisahnya diungkap dari sudut pandang seorang sopir travel barang atau taksi lokal. Dan, pusat kisahannya adalah Desa Kasongan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan ketokohan Kyai Song yang menjadi jeroan (bagian dalaman) dari pengisahan.


Sopir travel barang menggunakan sudut pandang aku berkisah seputar tetangga dan pengunjung Desa Kasongan. Tetangganya tidak lebih sebagai warga biasa, pekerjaannya buruh, pegawai negeri sipil (PNS), guru, pedagang di pasar tradisional, atau yang lain. Ada pula yang ikut tetangganya, belajar menjadi perajin atau sebagai karyawan dalam usaha gerabah. Tokoh-tokoh yang dihadirkan adalah  tokoh selevel dengan si aku, orang-orang kecil, pinggiran yang mengais rezeki dari usaha perajin gerabah, pekundhi yang sudah kelas eksportir. Mereka adalah tukang ojek, pengepul damen, penambang pasir, ataupun sopir seperti si aku.


Eksistensi si aku sangat lekat dengan tanah liat, gerabah, dan para perajin. Ibu si aku dalam novel ini juga perajin gerabah. Tidak hanya keren, membuat kendhil, anglo, cowek, kuwali, kendhi, padasan, maupun genthong, ibu si aku sangat menguasai. Begitu pun kehadiran tokoh lain, mengisyaratkan keliatan mereka untuk tetap bisa survive di tengah gempuran keadaan yang semakin menekan dengan mengolah apa saja yang ada di Kasongan seliat tanah liat.


Tetapi, tokoh yang hendak dikisahkan si aku atau yang menarik perhatian si aku adalah Srindil dan Srundul, keduanya saudara kembar. Mereka adalah teman sepermainan si aku semasa sekolah dan masa kanak-kanak.


Srindil menjadi pengusaha keramik yang berjaya. Menurut penilaian si aku, ia cukup bisa dibilang sukses. Di antara jalanan beraspal yang ada di desaku, kontainer yang paling banyak melalui jalan tersebut adalah keluar masuk menuju rumah maupun tempat usaha Srindil yang jaraknya berdekatan. Sebuah area usaha yang ia tempati seluas sekitar satu hektar.


Dari lahan seluas satu hektar itu beragam kerajinan gerabah maupun keramik diproduksi perusahaan Srindil. Usaha gerabah dan keramik Srindil bisa berjaya karena banyak hal. Terutama karena ilmu dagang istrinya yang dikenal bertangan dingin, punya manajemen yang ampuh, terlebih lagi karena bisa berbahasa Inggris secara lancar. Di samping itu, Srindil juga mempunyai jaringan pertemanan atau kolega luas, karena keaktifannya ikut berbagai organisasi di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional. Srindil adalah salah seorang warga desa Kasongan yang berpikiran cukup maju dibandingkan dengan yang lain. Tidak mudah menyerah dan pasrah.


Srindil pun hidup dalam gelimang harta. Selain kaya, dengan jumlah karyawan ratusan, ia pun mampu menyelesaikan pendidikan cukup tinggi. Gelar doktor di bidang seni telah ia raih. Itulah yang juga membuatnya nyaman menjadi pegawai negeri, menjadi dosen di sebuah perguruan tinggi. Jadi, selain ia sebagai pengusaha kerajinan gerabah, ia pun menjadi pendidik mahasiswa. Kedua anak Srindil juga boleh dibilang sukses, terbukti keduanya bersekolah di sekolah favorit tingkat provinsi.


Sebaliknya, jalan hidup Srundul berbeda. Ia memilih menjadi penulis. Dan, menurut si aku, Srundul tak punya pekerjaan tetap dan hidupnya murni seperti seniman zaman dulu: bekerja hanya kalau ada inspirasi. Srundul kurang bisa mendisiplinkan diri dengan rancangan pekerjaan yang terprogram, terarah, dan matang. Meski begitu, kadang-kadang ia sabet juga pekerjaan yang diberikan teman-temannya dari LSM.


Dan, si aku adalah bujang lapuk. Pekerja serabutan, membantu teman ke sana ke mari. Terutama pekerjaan yang berkaitan dengan jasa antar jemput barang dan orang.


Filosofi novel ini ada pada legenda Kyai Song. Dalam kisah ini ia adalah salah seorang prajurit dan pengawal Pangeran Diponegoro yang bergerilya melawan Belanda pada 1825-1830. Pada masa itu Kyai Song menjadi orang yang menonjol dalam perjuangan melawan Belanda. Ia mempunyai strategi yang khas dan unik, yaitu dengan cara mengajari warga desa membuat gerabah. Dengan membuat gerabah yang bahan pembuatannya berupa tanah, maka tanah warga desa tidak lagi ditanami hasil pertanian. Dengan begitu, pihak Belanda pun tidak bisa lagi semena-mena dalam memeras hasil bumi rakyat. Cara perjuangan seperti yang dilakukan Kyai Song pun terbukti membuahkan hasil. Setidaknya bisa menekan pihak Belanda sehingga tidak lagi mengumbar kuasa terutama dalam hal memeras rakyat melalui penyiapan bahan makanan.


Apa yang dulu menjadi pola perjuangan Kyai Song ternyata menjadi warisan tersendiri hingga kini. Desa gerabah yang dirintis Kyai Song semenjak  masa perjuangan dulu hingga kini masih ada. Itulah desa gerabah dan keramik Kasongan yang berjarak sekitar 15 km sebelah selatan Kota Yogyakarta yang kini amat terkenal hingga mancanegara sebagai desa wisata dan eksportir gerabah dan keramik dalam jumlah besar.  


Tentu dalam situasi sekarang, di desa gerabah dan keramik Kasongan tersebut juga terjadi banyak dinamika. Novel ini pun bergerak dalam kisaran waktu lecutan antara cerita masa lalu, masa kini, dan masa depan. Sejumlah tokoh terlibat dalam pusaran konflik atau apa pun yang ada sebagai bagian dinamika Desa Kasongan kini.


Alur di dalam novel ini adalah alur yang merupakan elaborasi penggambaran aspek etnografi, antropologi, arkeologis maupun aspek kontemporer atau kekinian yang ada di dalam desa gerabah dan keramik di Kasongan. Penggambaran yang detail mengenai dunia gerabah serta keramik menjadi pertaruhan penting di dalam novel ini. Mulai dari asal mula mendapatkan tanah, bagaimana mengolah, membentuk menjadi desain tertentu hingga memasarkan. Di dalamnya juga diperkaya dengan deskripsi mengenai filosofi desain tertentu, hobi masyarakat setempat yang berkaitan dengan ritual dan aspek budaya serta pengetahuan umum lainnya berupa keris, jenis tanah, jenis sepeda, jenis rumah, dan lain sebagainya. Dengan begitu kausalitas yang lazim menjadi ruh sebuah alur kisah tidak diutamakan dalam narasi. Spirit si aku bisa dibilang mewakili pengarang semata-mata hendak mengisahkan kampung halamannya.


Pada saat bersamaan, dengan mengedepankan tokoh Srindil dan Srundul, alur novel ini mengajak pembaca membuka pengetahuan mengenai kemungkinan aspek eksplorasi alur yang juga bertumpu pada semangat mendeskripsikan aneka problem sosial dan budaya. Itulah yang juga banyak diungkap di dalam novel ini. Oleh sebab itu, tokoh Srindil dan Srundul pun sebagai tokoh sentral berupaya mendudukkan diri menjadi mediator atau penengah yang baik dalam menjembatani segala persoalan yang muncul sebagai bagian dinamika di desa gerabah dan keramik yang ditempatinya tersebut.


Si aku pun total dalam bertutur. Suka duka para perajin, pengusaha, dan masyarakat yang ada di Kasongan juga menjadi fokus penggarapan alur di dalam novel ini. Sehingga pembaca akan merasakan adanya tamasya literer yang kompleks. Penggambaran penokohan di dalam novel ini juga tidak hitam putih, baik buruk, semata. Banyak nilai kearifan lokal, nilai-nilai kebajikan alternatif yang juga menjadi bagian tak terpisahkan di dalam keseluruhan alur cerita. Tokoh- tokoh yang ada dalam banyak hal memang seperti hanya sampiran, mengantar pembaca pada suasana dan situasi alam desa gerabah dan keramik yang eksotik dan menantang dijelajahi dalam sudut pandang apa pun.


Novel ini boleh disebut sebagai novel eksperimentatif yang tidak terlalu menyandarkan pada kekuatan tokoh sebagai sentral cerita. Andalan yang dikedepankan adalah soal penggambaran latar desa, segala hal yang masuk dalam koridor antropologi dan sosiologi pengetahuan. Di tengah ramainya wacana perihal studi kebudayaan, maka novel ini diharapkan dapat memperkaya khasanah literer yang berkaitan dengan kearifan lokal budaya tertentu.  Dalam hal ini adalah siklus kehidupan dunia gerabah dan keramik. Dan, Kasongan pun pada akhirnya disadari keberadaannya oleh si aku tidak lebih serupa pasar: tempat orang-orang bertemu, bertransaksi, dan selebihnya hanya melihat-lihat barang dagangan.


Siasat Kyai Song


Sebagai nama seseorang di lingkungan etnis Jawa, Kyai Song mungkin terdengar aneh. Tidak dideskripsikan asal-usul nama tersebut. Eksistensinya berada dalam kemungkinan legenda dan realita. Tapi, disebut-sebut memang ada makamnya. Namun, di sinilah titik filosofi kisah. Kyai Song adalah tokoh perlawanan terhadap kolonialisme Kumpeni. Perlawanan yang diilhami dari keadaan lingkungan kampung halamannya yang dipenuhi tanah liat. Siasat seliat tanah liat pun dijalankan Kyai Song. Boleh jadi, bentuk perlawanan Kyai Song sangat halus, yang didasarkan kondisi alam lingkungan. Atau, dengan jalan melakukan seruan secara bawah tanah kepada segenap masyarakat desa supaya tidak memilih jalan hidup sebagai petani. Sebab, konsekusinya, hasil panenan sebagai petani cenderung cuma diserahkan kepada pihak Belanda. Ditukar dengan kebutuhan tertentu yang diinginkan si petani. Itu yang secara halus. Yang secara kasar, hasil panenan bisa diminta paksa oleh pihak Belanda sebagai stok bahan logistic untuk kepentingan Kumpeni selama menjajah anak bangsa.


Dalam situasi masyarakat yang seperti itulah maka Kyai Song mencari jalan lain, meyakinkan kepada masyarakat bahwa ada cara hidup yang lebih bermartabat dan tidak terjajah secara semena-mena oleh pihak Belanda. Caranya adalah dengan jalan menjadi seorang pekundhi: bekerja dengan membuat peralatan dapur yang menggunakan bahan baku tanah liat. Dan, siasat Kyai Song pun menjadi profesi alternatif yang berakar dari kultur agraris-tradisional dan hingga kini berkembang pesat menjadi industrial-modern.


Heroisme yang ditempuh Kyai Song adalah heroisme yang cenderung tidak banyak bicara, namun juga sangat mengakar. Bayangkanlah ketika kemudian stok makanan pihak Belanda berkurang karena lahan tanah pertanian justru digunakan untuk stok membuat gerabah. Memang, untuk menghibur karena jatah perut mereka berkurang, para pekundhi merelakan memberikan sebagian hasil kreasi gerabahnya kepada pihak Belanda. Dengan cara itu, maka pihak Belanda akan merasa terhibur karena ia seakan-akan diperhatikan dengan diberi hasil kreasi gerabah. Dulu, pihak Belanda bisa saja diberi hasil kreasi gerabah berupa bentuk keris, pisau, dan benda tajam lainnya. Atau orang Belanda juga bisa minta dibuatkan model tertentu sesuai keinginannya. Tentu, di sela-sela membuat gerabah berupa alat rumah tangga, masih cukup banyak bahan dan waktu untuk membuat kreasi bentuk lain, selain alat-alat rumah tangga.


Tidak berlebihan kiranya jika novelis Perempuan Berkalung Sorban, Abidah El Khalieqy mengidentifikasi novel ini sebagai novel etnografi yang sarat nilai kearifan lokal dengan menelisik sejarah dan filosofi gerabah serta legenda tokoh Kyai Song, seperti ditulis di endorsement cover-nya.
***
oleh R. Toto Sugiharto, Jurnalis independen, pecinta buku, tinggal di Yogyakarta.
Leave a Comment
Please feel free to let us know your feeling about this
Your Name
Your Comment
Your Email
Utk ganti paragraf silakan klik
Comments:
Jum'at, 21 Agustus 2015 - 18:58
Forest - ezekiela85@usa.net
I came here to work http://lauralippman.net//bio/ topamax joint The figures also show that t he number of pensioners aged over the age of 90 has almost tripled in three decades since 1981 - when t here were 157,390 people over the age of 90 living in England and Wales.
Jum'at, 21 Agustus 2015 - 18:58
Nicholas - elmer0n@lycos.com
Where did you go to university? http://www.emprendepyme.net/coaching zithromax xyzal Jeffrey Brenner, the founder of Camden Coalition of Healthcare Providers, encouraged governors attending the National Governors Association summer meeting in Milwaukee to work with healthcare providers in their state to consolidate and de-institutionalize their systems.
Jum'at, 21 Agustus 2015 - 18:57
Lily - chaunceyl33@gmail.com
Not in at the moment http://www.politicaltheology.com/blog/standinginwitness/ zopiclone 7.5mg high Inquiring minds now want to see the 2010 and 2011 tax returns that James is keeping secret, along with the names of the charitable causes to which she purportedly donated. The information will reveal whether James upheld her word — and went even further by claiming no tax benefit for her generosity, whether she spun a falsehood, or whether she made some donations and then accepted undeserved credit for giving more.
Jum'at, 21 Agustus 2015 - 18:57
Amelia - agustinv80@lycos.com
Could you transfer $1000 from my current account to my deposit account? http://www.djbrecycling.co.uk/weee-recycling/ synthroid 0.088 mg Lynch and Jessica Alba, as another A.C.O.D., do remain curiously underused. But Scott, Winstead and Howard are charming, while Poehler, O’Hara and Jenkins have a grand time bickering. Since Zicherman doesn’t ask much of us in the first place, they make it easy enough to commit.
Jum'at, 21 Agustus 2015 - 18:56
Milton - erasmos29@usa.net
Very Good Site http://www.gleefulmusic.com/purchase/ mebendazole 100mg “These are best practices that we have garnered from all of the services,” Jessica Wright, the Pentagon’s acting undersecretary for personnel, said of the changes. “The bottom line is, sexual assault is not tolerated, it’s not condoned, it’s not ignored.”
Kamis, 20 Agustus 2015 - 21:38
Marty - foster6x@yahoo.com
I do some voluntary work http://www.matrizdesenho.com.br/pt/matriz cheap lasix online According to CEO Jane Silber, the company will push ahead with the converged device, which will be able to run both Android and Ubuntu Linux, and to be used as a smartphone on the move and a PC in the office.
Kamis, 20 Agustus 2015 - 21:38
Wilmer - joaquinz76@lycos.com
Special Delivery http://www.cleansingwithfood.com/store/ methotrexate sodium They also found that 16 different types of riot shields were being bought with the prices paid ranging from £31 to £136. There were also 16 different specifications of body armour with the price paid varying from £203 to £410.
Kamis, 20 Agustus 2015 - 21:38
Nigel - rollandujr@gmail.com
I quite like cooking http://denali2013.org/teachers-section/ domperidone online The FCA said that at least “one significant market participant” stopped trading on the Intercontinental Exchange, one of the leading energy trading markets, as a direct result of the Mr Coscia’s market manipulation.
Kamis, 20 Agustus 2015 - 21:37
Vincenzo - randellprb@gmail.com
Withdraw cash http://sacraliturgia2013.com/program/ imovane 7.5 mg overdose * Alibaba Group Holdings Ltd has led aninvestment round of about $200 million in fledgling U.S. retailwebsite ShopRunner Inc, a source with knowledge of the dealsaid, making one of its largest U.S. investments as it preparesto go public.
Kamis, 20 Agustus 2015 - 21:37
Stacy - jarvis2c@lycos.com
I need to charge up my phone http://www.theneonjudgement.com/shop/ erythromycin 500 mg filmtab The accident followed only two days after National Jockeys’ Celebration Day, conducted by the National Jockeys’ Trust in Australia, to advertise the work that goes into providing support for the families of those killed or injured in accidents while working with horses.
Kamis, 20 Agustus 2015 - 13:31
John - marcos9l@yahoo.com
How do you spell that? http://soappresentations.com/products/ purchase avanafil Al-Libi, who was indicted in 2000 for his involvement in the 1998 bombings of U.S. embassies in Africa, was being held on the warship in military custody under the laws of war, which means a person can be captured and held indefinitely as an enemy combatant, one of the officials said. Both spoke on condition of anonymity to discuss the ongoing investigation.
Kamis, 20 Agustus 2015 - 13:31
Taylor - tommie8v@lycos.com
I came here to study http://www.insolvencni-spravce.com/clanky/16_aktuality/ buy seroquel online cheap While sources earlier told us an altercation happened in the nightclub’s parking lot, we’re told security tapes from the nightclub confirm the incident happened away from the venue, on Tuckahoe Road.
Kamis, 20 Agustus 2015 - 13:30
Arnoldo - giuseppeijf@aol.com
How do you do? http://soappresentations.com/products/ avanafil de 100 mg * After two months in jail, former Liberal Senator RaymondLavigne is expected to petition the Ontario Parole Board onTuesday to serve the last four months of his sentence from home,according to reports. Lavigne was convicted of fraud in March2011 after making false travel claims and found guilty of breachof trust. ()
Kamis, 20 Agustus 2015 - 13:30
Preston - marcelyml@yahoo.com
Thanks funny site http://soappresentations.com/products/ cheap stendra "The State has extended an invitation to an expensive court battle over a law restricting abortions that is a blatant violation of the constitutional guarantees afforded to all women," Justice Hovland wrote. "The United States Supreme Court has unequivocally said that no state may deprive a woman of the choice to terminate her pregnancy at a point prior to viability."
Kamis, 20 Agustus 2015 - 13:30
Sydney - delmerl35@lycos.com
Do you know each other? http://www.wacarts.co.uk/whats-new propecia discount pharmacy “It’s definitely too early to say we are playing for pride. We’re still in contention, we’re still a team that can reel off a bunch of wins and get back in this thing,” Cruz told the Daily News. “We’re not completely out of this just yet. When I look in everybody’s eyes, everybody understands that this thing is not out of reach. Once we get that first win, we can get in a groove and start to reel off a couple and see where it goes from there.”
Senin, 10 Agustus 2015 - 11:49
Bradley - djbrucho3@gmail.com
2Ql8LM http://www.FyLitCl7Pf7kjQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com
Minggu, 09 Agustus 2015 - 09:37
Bradley - djbrucho3@gmail.com
uBx8Vb http://www.FyLitCl7Pf7kjQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com
Sabtu, 08 Agustus 2015 - 20:49
1 - sample@email.tst
20
Kamis, 06 Agustus 2015 - 18:00
1 - sample@email.tst
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:50
1 - file:///etc/passwd
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:50
1 - invalid../../../../../../../../../../etc/passwd/././././././././././././././././././././././././././
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:49
1 - ................etc/passwd
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:49
1 - sample@email.tst
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:49
1 - ../.../.././../.../.././../.../.././../.../.././../.../.././../.../.././etc/passwd
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:49
1 - ../..//../..//../..//../..//../..//../..//../..//../..//etc/passwd
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:49
1 - /etc/passwd
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:49
1 - .\./.\./.\./.\./.\./.\./etc/passwd
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:49
1 -
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:49
1 - ..%2F..%2F..%2F..%2F..%2F..%2F..%2F..%2F..%2F..%2Fetc%2Fpasswd%00.tst
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:49
1 - Li4vLi4vLi4vLi4vLi4vLi4vLi4vLi4vLi4vLi4vZXRjL3Bhc3N3ZAAucG5n
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:49
1 -
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:49
1 - sample@email.tst
'""
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:49
1 - ..%2F..%2F..%2F..%2F..%2F..%2F..%2F..%2F..%2F..%2Fetc%2Fpasswd%00.tst
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:49
1 - ../../../../../../../../../../etc/passwd
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:49
1 - sample@email.tst
JyI=
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:49
1 - sample@email.tst
@@uZQYg
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:49
1 - sample@email.tst
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:49
1 - sample@email.tst
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
bukudetil.php/. - sample@email.tst
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
- sample@email.tst
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
bukudetil.php - sample@email.tst
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
1 - sample@email.tst
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
acunetix_wvs_invalid_filename - sample@email.tst
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
Array - sample@email.tst
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
- sample@email.tst
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
1e309 - sample@email.tst
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
.. - sample@email.tst
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
h - sample@email.tst
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
268435455 - sample@email.tst
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
- sample@email.tst
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
1 - sample@email.tst
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
1 - sample@email.tst
bukudetil.php/.
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
1 - sample@email.tst
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
1 - sample@email.tst
bukudetil.php
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
1 - '""
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
1 - sample@email.tst
acunetix_wvs_invalid_filename
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
1 - sample@email.tst
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
1 - JyI=
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
1 - @@WmY9k
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
1 -
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
1 - sample%40email.tst
20
Selasa, 04 Agustus 2015 - 22:48
05-09-2015 s/d 08-09-2015
Pameran Seni Rupa Kelompok Sekilas
di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Jl. Sriwedani 1, Gondomanan, Yogyakarta
05-09-2015 s/d 12-09-2015
Pameran Seni Gambar "Preheat Drawing Project 2015"
di Jogja National Museum (JNM), Jl. Prof. Ki Amri Yahya No. 1, Gmpingan, Yogyakarta
04-09-2015 s/d 06-09-2015
Pameran Seni Rupa "SEMU" Politeknik Seni Yogyakarta
di Jogja National Museum, Jl. Amri Yahya No. 1, Gampingan, Wirobrajan, Yogyakarta
03-09-2015 s/d 23-09-2015
GUGN PRABOWO: unguarded guards
di Jogja Contemporary Jl. Prof. Ki Amri Yahya no 1, Gampingan, Yogyakarta 55167
03-09-2015
Pembacaan Cerpen: Berbagi Cerita Cinta
di Kedai Kebun Forum Jl. Tirtodipuran no 3, Yogyakarta
03-09-2015
Seminar "Posisi Komik dalam Kajian sastra"
di Auditorium FIB, Gedung Purbatjaraka Lantai 3
02-09-2015
Seminar Sesrawung PKKH UGM Edisi #4: PERFORMANCE ART & EMBODIED COGNITION, Ketubuhan dalam Perspektif Psikologi dan Praktik Performance Art
di Hall PKKH UGM, Jln. Pancasila, Bulaksumur, Yogyakarta
26-08-2015 s/d 06-09-2015
Pameran Tunggal Afriani: "Be the Winner"
di Galeri 678, Jl. Kemang Raya 125 A, Kemang, Jakarta Selatan
21-08-2015 s/d 28-08-2015
One for One: Sebuah Pameran Kolaborasi
di Paviliun 28 Jl. Petogogan No. 25 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
21-08-2015
Diskusi Biennale sebagai Branding Kota: Dilema infrastruktur budaya dan turisme
di Ruang Multimedia Kampus Pasca Sarjana ISI Jalan Suryodiningratan, Yogyakarta
read more »
Rabu, 02-09-2015
Anggur Merah Rasa Jeruk
oleh Yaksa Agus
Minggu, 09-08-2015
Berkubu dengan Buku
oleh Kuss Indarto
Kamis, 30-07-2015
Jejaring Kerja Tanpa Negara
oleh Kuss Indarto
Minggu, 12-07-2015
Pelukis Dullah
oleh Fadjar Sutardi
Kamis, 23-04-2015
Seniman Karbitan
oleh Aris Setyawan
read more »
Merajakan Nalar di Tengah Kepungan Hedonisme
oleh Christian Heru Cahyo Saputro
Buku bertajuk: Acropolis (Kerajaan Nalar) yang merupakan kumpulan kolom karya wartawan SKH Lampung Post Heri Wardoyo (HRW) hadir meramaikan pasar wacana. Buku yang berisi kolom-kolom Heri Wardoyo ini pernah dimuat di rubrik Nuansa Lampung Post bertitimangsa tahun...
Fantasi Balzac tentang Pulau Jawa
oleh Sigit Susanto
Merajut Masa Depan Bocah Merapi
oleh T. Nugroho Angkasa S.Pd.
Novel Kasongan, Seliat Tanah Liat
oleh R. Toto Sugiharto
read more »
Call for Applications for the Artists in Residence Programme 2016 in Austria
Kompetisi UOB Painting of the Year 2015
BANDUNG CONTEMPORARY ART AWARDS (BaCAA) #04
KOMPETISI SENI LUKIS, MANDIRI ART AWARD 2015
GUDANG GARAM INDONESIA ART AWARD 2015
Dana SAM untuk Seni dan Lingkungan
LOMBA PENULISAN JURNALISTIK
Lomba Foto Air dan Sanitasi untuk Kehidupan yang Lebih Baik
6th Beijing International Art Biennale 2015
Sayembara Cipta Kreasi Motif Batik Seragam Dinas Harian RSUP Dr Kariadi 2014
read more »
06/07/2015 12:26 | mardiyanto ghani art | Mardiyanto ghani art..ahmadghani2008@gmail.com Selalu semangat berkarya..!!
06/05/2015 16:11 | EkanantoBudiSantoso | to Pa Andre Galnas,kapan kita reuni mamer bareng temen2x? biar wacananya "dream come true gitu,art new biar juga makin seru kita undang konco2x sy nulis disini juga,thanks att.
06/05/2015 16:03 | EkanantoBudiSantoso | Sy butuh info lomba lukis Mandiri,sebenarnya kompetisi bukan untuk cari "jawara,jati diri dan silaturakhmi perupa sangat perlu"dikembangbiakan biar ngga ego,ah.
10/02/2015 23:32 | icha | saya mw jual brang py kkek msa penjajahan di ambon.... samurai bs ditekuk pjang bget... ada belati kecil beserta bendera jepang msa lampau... ada tulisan di sebuah uukuran kertas seperti kulit binatang tpi tulisan jepang... mhon bntuan nya mau jual saja butuh ug urgent
04/02/2015 09:50 | Anwar Sanusi | Artikel sangat membantu dalam membuka wawasan tentang Seni...
read more »
About Us
Indonesia Art News merupakan media tentang dinamika seni yang berkait dengan aspek keindonesiaan. Media ini berusaha untuk mengedepankan segi informasi ihwal seni yang dikemas dengan cara pandang kritis dan muatan yang investigative. Indonesia Art News berkedudukan di Yogyakarta, Indonesia
Gabung di Facebook
Buku Tamu
Pengelola IAN
Editor in chief:Kuss Indarto
Editor:R. Toto Sugiarto
Designer:Andika Indrayana
Email - info@indonesiaartnews.or.id