HOME     NEWS     EVENTS     ARTICLES     DIRECTORY     BOOKS     OPPORTUNITIES  
   
Sabtu, 04 Agustus 2012 - 10:32
Flow dan Konsumen Seni Pertunjukan
oleh Sri Bramantoro Abdinagoro
Potongan adegan pada sebuah pementasan Teater Koma di Jakarta. (foto: vivanws.com)
MENGAPA konsumen datang dan pergi menonton seni pertunjukan? Mengapa penonton tetap datang pada pertunjukan berikutnya meski mereka merasa tidak puas saat menonton pertunjukan sebelumnya? Apa yang menjadikan konsumen merasakan kepuasan yang sama, baik pada pertunjukan dengan tata panggung yang megah, juga pada pertunjukan yang minimalis, hanya sebuah kursi dan satu corong mikrofon? Misteri?

Beberapa orang yang ditanya mengenai apa yang paling menarik dan membuat mereka menonton, menjawab:

“yang membuat saya terkesan adalah alur cerita atau sinopsisnya… menurut saya itu sangat terkesan… membuat saya terhanyut, apalagi latar belakang musiknya yang menggunakan rebab Jepang” (AW), atau

“saya kan penonton, jadi selalu berharap pertunjukan yang menarik yang bisa membuat saya terhanyut dalam ceritanya dan memberikan pesan moral yang bisa dimengerti” (JS), juga

“kalau sudah menonton teater kadang saya sampai lupa waktu, apalagi kalau ceritanya cocok di hati saya, kadang saya suka menangis kalau ceritanya sudah benar-benar menyentuh hati…” (RR)
   
Ada beberapa kata kunci, jika diamati lebih jauh. Terhanyut, lupa waktu, melarut, menyentuh hati dan kata-kata senada. Penulis mengindikasikan bahwa orang-orang ini  merasakan pengalaman flow saat menonton.

Apa itu flow?

Meminjam dari ranah psikologi yang dipopulerkan oleh Czikszenmihalyi (1975), secara singkat flow menggambarkan saat seseorang merasa melakukan sesuatu dengan keterlibatan penuh (total involvement) pada kegiatan itu. Indikatornya antara lain dalam kondisi berkonsentrasi penuh, lupa waktu atau merasa waktu begitu cepat berlalu, atau juga merasa “lupa diri”.

Membuat penonton mengalami flow memang perlu persyaratan, karena flow tidak datang dengan sendirinya. Dalam teorinya, flow terjadi ketika seseorang dalam kondisi seimbang antara ketrampilan (skills) yang dimilikinya dengan tantangan (challenge) yang dihadapi saat itu. Dalam konteks menonton teater atau seni pertunjukan, hal ini bisa terjadi.

Tantangan yang ada saat menonton adalah bagaimana menangkap atau menerjemahkan pesan-pesan yang ingin disampaikan sutradara melalui simbol-simbol atau gerakan dalam pementasan. Saat menonton, rasa ingin tahu (curious) untuk mengetahui ending dari cerita juga merupakan tantangan. Untuk menjawab ini, memang dibutuhkan ketrampilan (skills) untuk menterjemahkan semua ini. Memang tidak mudah. Itulah mengapa teater rata-rata ditonton oleh penonton dengan tingkat pendidikan relatif tinggi.

Indikator lain yang mengertai flow adalah konsentrasi saat menonton. Ketika skills dan challenge tadi berimbang sudah pasti menciptakan konsentrasi. Begitu tingginya konsentrasi saat menonton, hingga waktu terasa singkat, juga “kehilanggan” kesadaran diri karena larut dalam pertunjukan. Semua ini bisa terjadi saat orang menikmati menonton seni pertunjukan teater.

Flow dan Keinginan Menonton Lagi

Dalam ranah pemasaran, sangat penting membuat konsumen untuk membeli kembali (repurchase) produk atau jasa yang ditawarkan. Begitu juga dengan seni pertunjukan, penting bagi organisasi seni pertunjukan untuk membuat penonton datang kembali menonton pada kesempatan berikutnya.

Hal menarik adalah bahwa flow mampu dan sangat kuat hubungannya dalam menciptakan kepuasan. Dalam teori klasik pemasaran, kepuasan akan membuat konsumen melakukan pembelian kembali. Artinya, dalam setiap pertunjukan membuat penonton mengalami flow menjadi kunci penting untuk membuat penonton terpuaskan. Selanjutnya bisa ditebak, mereka akan menunggu dan kembali pada pertunjukan berikutnya. Bukankah ini menjadi salah satu ukuran keberhasilan sebuah pertunjukan?

Oleh karenanya, bagi organisasi seni pertunjukan, menyiapkan sebuah pentas pertunjukan tidak saja melulu pada aspek penyutradaraan, aspek estetika panggung, atau aspek banyaknya penonton yang datang. Tetapi yang sangat penting juga adalah bagaimana membuat penonton merasakan pengalaman flow. ***

*) Kandidat Doktor Pemasaran FEUI, sedang meneliti aspek pemasaran Seni Pertunjukan.
Leave a Comment
Please feel free to let us know your feeling about this
Your Name
Your Comment
Your Email
Utk ganti paragraf silakan klik
Comments:
04-12-2015 s/d 13-12-2015
Pameran Tunggal EKSPLORASI RASA karya Atty AS
di TEMBI Rumah Budaya jl Parangtritis Km 9,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul Yogyakarta.
03-12-2015 s/d 11-12-2015
Pameran Tunggal Herman "Gusher" Widianto: SUMELELEH
di Bentara Budaya Jakarta, Jl. Palmerah Selatan 17, Jakarta 10270
03-12-2015 s/d 05-12-2015
"DYSTOPIA: 1000 ISLANDS", a visual exhibition
di Cata Data, Jl Penestanan Kelod (T-Junction Opp. Pura Dalam Penestanan), Bali
01-12-2015 s/d 10-12-2015
PAMERAN 7RUPA PERUPA
di Museum Senirupa Dan Keramik Jl. Pos Kota No. 2 Jakarta Barat
01-12-2015 s/d 02-12-2015
Lomba Teater Mahasiswa "Anak-anak Negeri Duka"
di Auditorium Teater Fakultas Seni Pertunjukkan, Institut Seni Indonesia (ISI) - Kampus Jl. Parangtritis, Yogyakarta
24-10-2015
JAMASAN - Jagongan Malam Santai Komunitas Desain Djokdja
di Yogyatourium, Jl.Gedongkuning Selatan no.128 Yogyakarta
26-09-2015 s/d 28-09-2015
Pameran Seni Rupa Angkatan 2014: Disleksia
di Jogja National Museum (JNM), Jl. Kyai Amri Yahya No. 1, Gampingan, Wirobrajan, Yogyakarta
26-09-2015
FRINGE MUSIC EVENT "FME": The Lakshitos
di Langgeng Art Foundation Jl. Suryodiningratan 37 Yogyakarta
19-09-2015
"I WAS HERE" Graffiti Art by Samuel Indratma
di Redbase Foundation, Ds Jurug RT 02 No. 72, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta 55187, Indonesia
16-09-2015 s/d 26-09-2015
The City of Lonely Island, The Birds: Solo Exhibition of Kexin ZHANG
di Langgeng Art Foundation Jl. Suryodiningratan 37, Yogyakarta 55141, Indonesia
read more »
Sabtu, 16-01-2016
Mengejar Hasrat, Menghajar yang Membebat
oleh Kuss Indarto
Minggu, 06-12-2015
Taman Budaya Bukan Taman Makam Budaya
oleh Kuss Indarto
Selasa, 01-12-2015
Pesta Sastra Zofingen 2015: Ekor Frankfurt
oleh Sigit Susanto
Minggu, 18-10-2015
Seni Mengoleksi Seni Rupa
oleh Syakieb Sungkar
Sabtu, 05-09-2015
Seni Ruang Publik
oleh Rani Permatasari
read more »
Merajakan Nalar di Tengah Kepungan Hedonisme
oleh Christian Heru Cahyo Saputro
Buku bertajuk: Acropolis (Kerajaan Nalar) yang merupakan kumpulan kolom karya wartawan SKH Lampung Post Heri Wardoyo (HRW) hadir meramaikan pasar wacana. Buku yang berisi kolom-kolom Heri Wardoyo ini pernah dimuat di rubrik ‘Nuansa’ Lampung Post bertitimangsa tahun...
Fantasi Balzac tentang Pulau Jawa
oleh Sigit Susanto
Merajut Masa Depan Bocah Merapi
oleh T. Nugroho Angkasa S.Pd.
Novel Kasongan, Seliat Tanah Liat
oleh R. Toto Sugiharto
read more »
Call for Applications for the Artists in Residence Programme 2016 in Austria
Kompetisi UOB Painting of the Year 2015
BANDUNG CONTEMPORARY ART AWARDS (BaCAA) #04
KOMPETISI SENI LUKIS, MANDIRI ART AWARD 2015
GUDANG GARAM INDONESIA ART AWARD 2015
Dana SAM untuk Seni dan Lingkungan
LOMBA PENULISAN JURNALISTIK
Lomba Foto “Air dan Sanitasi untuk Kehidupan yang Lebih Baik”
6th Beijing International Art Biennale 2015
Sayembara Cipta Kreasi Motif Batik Seragam Dinas Harian RSUP Dr Kariadi 2014
read more »
05/01/2016 15:38 | Kareba Art | Salam, Kami dari Kareba Art Management ingi mengadakan pameran Drwaing. Bagaimana caranya agar kegiatan kami dipublikasikan di Indonesia Art News? Makasih....
20/12/2015 02:09 | flora | Halo, Hal ini untuk memberitahukan kepada masyarakat umum bahwa Mrs Flora George, pemberi pinjaman pinjaman swasta memiliki membuka kesempatan keuangan untuk semua orang yang membutuhkan bantuan keuangan. Kami memberikan pinjaman dengan bunga 2% kepada individu, perusahaan dan perusahaan di bawah syarat dan kondisi yang jelas dan dimengerti. hubungi kami hari ini dengan e-mail di: (westendloancompany@gmail.com)
20/12/2015 02:08 | flora | Halo, Hal ini untuk memberitahukan kepada masyarakat umum bahwa Mrs Flora George, pemberi pinjaman pinjaman swasta memiliki membuka kesempatan keuangan untuk semua orang yang membutuhkan bantuan keuangan. Kami memberikan pinjaman dengan bunga 2% kepada individu, perusahaan dan perusahaan di bawah syarat dan kondisi yang jelas dan dimengerti. hubungi kami hari ini dengan e-mail di: (westendloancompany@gmail.com)
18/12/2015 14:30 | Suryani | fall in love with art
18/12/2015 14:29 | Suryani | fall in love with art
read more »
About Us
Indonesia Art News merupakan media tentang dinamika seni yang berkait dengan aspek keindonesiaan. Media ini berusaha untuk mengedepankan segi informasi ihwal seni yang dikemas dengan cara pandang kritis dan muatan yang investigative. Indonesia Art News berkedudukan di Yogyakarta, Indonesia
Gabung di Facebook
Buku Tamu
Pengelola IAN
Editor in chief:Kuss Indarto
Editor:R. Toto Sugiarto
Designer:Andika Indrayana
Email - info@indonesiaartnews.or.id