HOME     NEWS     EVENTS     ARTICLES     DIRECTORY     BOOKS     OPPORTUNITIES  
   
Kamis, 08 Maret 2012 - 09:25
Kartini, Fotografi dan Sebuah Estetika Sejarah *)
oleh Irwandi
Kartini, Kardinah dan Roekmini (Foto Charles & Co., 1901. Sumber: Kartini: Surat-Surat ..., terjemahan Sulastin Sutrisno, 2000).
”SESEORANG telah berjanji kepada saya untuk memotret seluruh proses pertumbuhan padi, termasuk kebau dan pengembalanya. Dan saya yang akan memberikan semua keterangan mengenai hal itu sebagaimana saya lihat dan saya rasakan sebagai anak bangsa itu sendiri”

”Kemarin saya berjumpa dengan orangnya, tetapi dia belum dapat memenuhi janjinya karena alat fotonya jatuh di lumpur di sawah”

(Surat Kartini tanggal 17 Februari 1903).


Sosok R.A. Kartini (21 April 1879 - 17 September 1904) tentulah sudah sangat familiar bagi kita, namanya begitu harum sebagai pejuang emansipasi wanita, terabadikan dalam nama jalan, gedung, bahkan ada lagunya. Hingga saat ini, gaung peringatan kelahirannya masih dapat dirasakan, setidaknya oleh ibu-ibu muda yang harus menyiapkan kostum khusus bagi anak-anaknya yang masih duduk di Taman Kanak-Kanak. Jika ditanyakan mengapa semua itu bisa terjadi, salah satunya karena ia memiliki peninggalan sangat berharga: yaitu surat-suratnya.

Dalam berbagai wacana yang berkembang, sosok Kartini, berkat peninggalan surat-surat yang dikirimkan kepada sahabat-sahabat pena-nya tidak hanya dimaknai sebagai suara pikiran-pikiran tentang kesetaraan jender, kependidikan dan kemajuan pemikiran wanita Bumiputera, namun juga sempat diinterpretasikan sebagai bentuk manipulasi representasi figur yang dikonstruksikan. Ada anggapan, ia terlalu dimuliakan untuk kepentingan ideologis tertentu sehingga terkesan ”menenggelamkan” figur-figur wanita bumiputera lainnya, misalnya Cut Nyak Dhien dan Dewi Sartika. Bagi saya, monggo sajalah. Toh pada akhirnya sebuah pewacanaan tidaklah berujung pada yang lebih benar, namun pada yang paling meyakinkan.

Tulisan ini tidak akan memasuki pergulatan wacana itu, namun lebih memaknai surat peninggalan Kartini dari sisi yang lain, yaitu sebagai secuil sejarah konseptual fotografi Indonesia, sambil mencoba merasakan aspek guna ekstrinsik sejarah, yang salah satunya dikatakan oleh Prof. Kuntowijoyo sebagai pendidikan keindahan: sejarah sebagai pemicu pengalaman estetis.

Kartini dan fotografi? Bukankah Kartini hidup dalam pingitan dan tidak punya kamera? Rasanya seperti jauh panggang dari api. Rasanya benar, tapi tidak juga! Nyatanya dalam surat-suratnya, Kartini sempat mengemukakan isi hatinya tentang fotografi, dan tentunya, akan memancing kita untuk termenung dan berimajinasi menuju salah satu fase dalam perlintasan waktu yang telah berlalu. Misalnya, dalam surat yang ditujukan kepada R.M. Abendanon tanggal 17 Februari 1903, Kartini menulis:

”Kerap kali benar saya ingin memiliki alat foto dan dapat memotretnya kalau kami melihat hal-hal yang aneh pada bangsa kami, yang tidak difahami oleh orang Eropah. Banyak benar yang ingin kami tulis disertai gambar-gambar, yang kiranya dapat memberi gambaran yang murni kepada orang Eropah tentang kami, bangsa Jawa”.

Dalam potongan surat tadi seakan Kartini mengatakan kepada kita, betapa pada masa itu orang-orang pribumi belum akrab dengan fotografi dari sisi teknologi dan kepemilikan alat. Orang Jawa lebih sering dipotret daripada memotret; bahwa apa yang dipotret orang Eropa merupakan gambaran yang artifisial tentang orang Jawa masa itu; dan betapa sebenarnya terdapat banyak hal yang lebih pantas untuk difoto daripada apa yang difoto oleh orang-orang Eropa. Dari sini pula lah kita bisa tahu, ternyata, seorang Kartini berkeinginan besar untuk membuat foto: memotret orang Jawa dengan ”mata Jawa”-nya. Tampak pula bagaimana fotografi, yang oleh penganut faham realisme dianggap sebagai representasi objektif atas sebuah objek, ternyata bisa menjadi sangat subjektif, setidaknya bagi Kartini. Menarik bukan? Akhirnya kita harus berfikir bahwa foto-foto jadoel yang kita lihat saat ini ternyata perlu dimaknai dengan konteks tertentu.

Belum lagi, di masa itu ternyata seorang Kartini, yang tentu saja tidak akan pernah belajar rhetoric of the image ala semiotika Roland Barthes (1915-1980), sudah sadar bahwa penggabungan foto dan tulisan menjadi penting guna penyampaian pesan. Dan perlu diingat, kalimat itu ia ditulis ketika berusia 24 tahun! Usia yang bagi gadis masa kini merupakan saat-saat seru untuk memikirkan model tas dan warna sepatu gaul untuk party-party; atau memilih-milih foto-foto untuk profil akun jejaring sosialnya. Pemikiran Kartini tampak jauh melampaui usianya.
 
Agar lebih estetis, kita pun bisa berandai-andai, bagaimana jika ternyata Kartini saat itu sempat memotret? Apakah hasilnya akan seperti karya-karya Kassian Cephas (1844-1912), sosok yang diyakini sebagai fotografer bumiputera pertama, yang amat banyak karya fotonya tapi seakan diam seribu bahasa? Tidak meninggalkan warisan surat-surat seperti Kartini? Sayangnya, kita tidak pernah tahu. Padahal, pemikiran dalam untaian kata-kata Kartini tampaknya sangat pas bagi seorang fotografer sungguhan, yaitu beridentitas dan bervisi fotografi yang jelas. Itulah sejarah: meminta kita untuk terus berimajinasi dan menikmati sensasi historik.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan lain Kartini juga memberi gambaran kepada kita bagaimana pada masa itu karya-karya fotografi potret digunakan. Bahkan ia juga mengutarakan rasa kagumnya ketika memandangi selembar foto. Kutipan-kutipan berikut ini tampaknya bisa sedikit memberi gambaran:

”Bukankah ajaib sekali, bahwa istri pertama suami saya sampai hari-hari terakhir hayatnya selalu berbicara tentang saya. Dia ingin benar berkenalan dan berteman dengan saya. Cita-citanya pergi ke Jepara, dan membawa anak-anaknya kepada saya. Potret saya sesungguhnya tidak pernah dilepaskan dari tangannya, disimpannya, bahkan sampai ranjang sakitnya yang terakhir” (Surat Kartini 11-November 1903).

”Saya tidak berani mencium Nyonya dalam keadaan berdiri sangat cantik, sangat gagah, dan luhur di hadapan saya! Saya akan menatap Nyonya saja dan silakan membaca sendiri dalam mata saya, betapa dalam rasa terima kasih saya atas hadiah yang bagus itu!

Seperti ratu!” anak-anak berseru serempak, ketika mereka melihat potret Nyonya. Ya, seperti ratu lahiriah, tetapi apa yang terdapat di belakang pakaian yang indah itu, di dalam tubuh yang bagus itu lebih bersifat ratu lagi! Hati yang berdetak di belakang buatan manusia yang indah itu sangat luhur, dan akal yang tersembunyi di belakang dahi yang bagus sangat jernih!” (Surat Kartini, 21 November 1902).

Terakhir, mungkin ini bisa membuat kita sedikit tersenyum. Ternyata Kartini juga sempat menyebutkan adanya takhayul fotografi yang menggenggam otak para inlander di perkampungan sekitar Jepara. Suatu ketika Kartini menulis:

”Pada mulanya juga amat banyak susah untuk membuat beberapa potret di kampung. Menurut takhayul, hal itu akan memendekkan hidupnya sendiri kalau orang menyuruh membuat potret dirinya. Dan tukang potret itu berdosa sekali, semua potret yang dibuatnya akan minta nyawa-nyawa kepadanya di akhirat.

Ketika kami dengan tukang potret datang di sebuah kampung, beberapa orang perempuan mulai menangis. Tetapi ketika akhirnya ada seorang pemberani, yang berani, mereka mengering.kan air matanya. Dan ketika kami kembali sekali lagi, mereka menawarkan diri untuk dipotret”. (Surat Kartini, 5 Maret 1902)
 
Tampaknya, takhayul fotografis itu hidup sebagai wujud penegasan larangan menggambar makhluk bernyawa yang diwacanakan oleh para juru dakwah. Takhayul ternyata menjadi wacana ampuh untuk membenamkan pesan kepada masyarakat yang sangat awam. Jika demikian, apakah tatapan kosong dari mata-mata para inlander yang terpotret juga ada kaitannya dengan takhayul tadi? Marilah kita berkhayal! Lantas, dari mana pula datangnya takhayul foto bertiga?

Demikianlah, melalui tulisan ini kita melihat bagaimana sebuah artefact, bisa saja mengandung mentifact dan sosifact yang sangat berharga bila kita mau memaknainya dengan cara baca tertentu. Ya, untuk permulaan, bolehlah kita memahaminya secara terbatas: sejarah sebagai sesuatu yang estetis.

Semoga sadarlah kita bahwa surat-surat Kartini itu amat kaya informasi, bukan sekadar masalah emansipasi perempuan. Kedepan, interpretasi artefak sejarah fotografi Indonesia tampaknya bisa lebih dikembangkan untuk sesuatu yang lebih produktif: tidak sekadar menemukan guna yang estetis, namun juga guna pendidikan masa depan. Selain surat-surat Kartini, tentu masih banyak lagi artefact-artefact yang telah lama menanti untuk dibaca, dipahami, dan dihayati guna rekonstruksi masa lalu fotografi Indonesia. Sejarah fotografi tampaknya belum pernah digarap secara serius oleh kita, anak bangsa yang bila dikatakan dalam ”bahasa” Kartini: aduhai! Kerap kali benar lebih suka memotret! ***

*) Kutipan-kutipan surat Kartini diambil dari buku Kartini: Surat-Surat kepada Ny. R.M. Abendanon-Madri dan Suaminya, terjemahan Sulastin Sutrisno, cetakan ke-3, Seri Terjemahan KITLV-LIPI, Penerbit Djambatan, Jakarta. 2000.


*) Peneliti dan Pengajar di Prodi Fotografi, FSMR, ISI Yogyakarta; sedang menempuh program Doktoral di Prodi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa SPs Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Leave a Comment
Please feel free to let us know your feeling about this
Your Name
Your Comment
Your Email
Utk ganti paragraf silakan klik
Comments:
Selasa, 16 April 2013 - 11:51
Nice escorted - Lelia7@msn.com
I became exploring through the world-wide-web for a lot of facts given that recently nights i at last discovered this kind of! That is a excellent internet site in addition, yet it is somewhat tough to observe within my tmobile cell phone.
Senin, 08 April 2013 - 09:29
Nice escort girls - Mabel6@gmail.com
I love this blog.
Rabu, 03 April 2013 - 14:39
just landed dubai escort - Listowel@msn.com
Its seperti Anda membaca pikiran saya ! Anda tampaknya tahu banyak tentang hal ini , seperti Anda menulis buku di dalamnya atau sesuatu . Saya berpikir bahwa Anda bisa lakukan dengan beberapa pics untuk mendorong rumah pesan sedikit , tapi selain itu , ini adalah blog yang sangat baik . Sebuah membaca sangat baik . Saya pasti akan kembali . salam
Selasa, 12 Maret 2013 - 03:15
escort annonce fr - Vernetta5@msn.com
Saya suka membaca dan saya hamil website ini punya beberapa hal yang benar-benar berguna di atasnya!
Jum'at, 15 Februari 2013 - 18:38
Testosterone 250 mg - Buffy16@ymail.com
Ini adalah suatu sumber daya yang besar bahwa Anda menyediakan dan Anda memberikan secara gratis. Saya menikmati melihat website yang memahami nilai dari menyediakan sumber daya utama untuk gratis. Aku benar-benar mencintai membaca posting Anda. Terima kasih!
Selasa, 20 November 2012 - 15:16
luxury companions - anallen@techie.com
Ini adalah waktu yang tepat untuk membuat beberapa rencana untuk masa depan dan sudah waktunya untuk menjadi bahagia . Saya telah membaca posting ini dan jika saya bisa saya ingin menyarankan Anda beberapa hal yang menarik atau saran . Mungkin Anda dapat menulis artikel berikutnya mengacu pada artikel ini . Saya ingin membaca hal-hal lebih lanjut tentang hal itu ! salam !
Sabtu, 27 Oktober 2012 - 17:47
escort girls dubai - mogadishomogadishomn@gmail.com
Aku hanya menambah suapan anda ke kegemaran saya. Saya sangat menikmati membaca posting anda.
Sabtu, 27 Oktober 2012 - 17:00
escorte girl paris - stasera2410@gmail.com
Terima kasih banyak untuk menulis ini, itu unbelieveably bermaklumat dan menceritakan tan
Kamis, 25 Oktober 2012 - 20:51
promotion web - grandhotelexcelsiorrr@gmail.com
Sangat barang bagus.
Selasa, 23 Oktober 2012 - 02:04
escort dubai - cretone12@gmail.com
mengirimkan megah, sangat informatif. Aku bertanya-tanya mengapa para ahli kebalikan dari sektor ini tidak memperhatikan hal ini. Anda harus terus menulis Anda. Saya yakin, Anda telah basis pembaca yang besar 'sudah!
Jum'at, 14 September 2012 - 18:26
Norway independent escort - allesistgutts@gmail.com
luar biasa situs pos. Saya akan bookmark dan memeriksa keluar banyak lebih sering. Saya sangat menyukai situs web template
Minggu, 27 Mei 2012 - 16:08
buy testosterone - yetityeti@gmail.com
Saya suka informasi berharga Anda dapat menawarkan untuk artikel Anda. Saya bisa bookmark weblog Anda dan fitur anak-anak saya uji sampai di sini umumnya. Saya sedikit positif mereka akan diberitahu cukup banyak hal baru di sini daripada orang lain!
Rabu, 16 Mei 2012 - 13:54
web optimization - seomaniacsei@gmail.com
Tidak ada terhadap artikel, tapi saya tidak setuju dengan beberapa poin untuk extenct beberapa. Aku mungkin minoritas meskipun, lol. Terima kasih untuk berbagi.
Selasa, 15 Mei 2012 - 17:04
cara promosi website - seoszucher@gmail.com
Aku benar-benar ingin mengirim sebuah kata kecil untuk mengucapkan terima kasih kepada Anda untuk poin yang fantastis Anda menulis di situs ini. Memakan waktu pencarian internet saya telah di akhir telah dihormati dengan ide-ide yang sangat baik untuk pertukaran dengan teman saya. Saya 'd menyatakan bahwa banyak dari kita pengunjung situs sebenarnya sangat diberkahi ada dalam sebuah komunitas terkenal dengan begitu banyak individu yang indah dengan poin yang berguna. Saya merasa sangat beruntung telah menggunakan halaman Web Anda dan berharap untuk lebih menyenangkan saat-saat begitu banyak membaca di sini. Terima kasih banyak lagi untuk banyak hal.
Senin, 14 Mei 2012 - 00:43
seo services - zhikezhik@gmail.com
اس راستے پر 'کو برقرار رکھیں انہیں... ایک بہت بہت بہت اچھا ایک بنیادی کی یہ قسم پر واقع کر سکتے ہیں کام... آپ مجھے کتنا مثال کے طور پر صرف ، تم سب میں خوشی کا م برائےمکمل سکتا لینے کے لئے اطلاع کے قابل نہیں ہیں!
Rabu, 25 April 2012 - 08:20
irwandi - insinyurwandi@yahoo.com
Trims atas tanggapannya.... silahkan bagi yang ingin menggunakan posting tulisan ini di blog maupun fb....
Jum'at, 20 April 2012 - 21:09
Mohamad Istihori - istihosri@plasa.com
izin posting di blog saya ya...
Jum'at, 20 April 2012 - 09:13
endah - endahsulwesi@yahoo.co.id
Boleyhkah artikel ini saya posting di FB saya?
Rabu, 18 April 2012 - 22:20
bang yos - desainplus@gmail.com
trims infonya.... semoga kita tidak melupakan sejarah :)
Senin, 16 April 2012 - 09:05
pras - prasetyayudha.ds@gmail.com
makasih pak Ir atas tulisannya, sangat menginspirasi, saya sangat suka bagian "Apakah hasilnya akan seperti karya-karya Kassian Cephas (1844-1912), sosok yang diyakini sebagai fotografer bumiputera pertama, yang amat banyak karya fotonya tapi seakan diam seribu bahasa? Tidak meninggalkan warisan surat-surat seperti Kartini? Sayangnya, kita tidak pernah tahu. Padahal, pemikiran dalam untaian kata-kata Kartini tampaknya sangat pas bagi seorang fotografer sungguhan, yaitu beridentitas dan bervisi fotografi yang jelas. Itulah sejarah: meminta kita untuk terus berimajinasi dan menikmati sensasi historik. "
22-05-2013
Seminar Nasional "Pemuda dan Kebangkitan Kebudayaan Nasional"
di Gedung UC (University Club), Bulaksumur, UGM, Yogyakarta
22-05-2013
ANAK SABIRAN, DI BALIK CAHAYA GEMERLAPAN (SANG ARSIP) - AGENDA PENAYANGAN
di Kampus UIN Jakarta & Institut Kesenian Jakarta
22-05-2013
Pentas Wayang Golek Pesisiran
di Balai Soedjatmoko, Jl. Slamet Riyadi, Solo
22-05-2013
Recital Night "The Beauty of Classical Songs"
di Goethe-Institut Jakarta, Jalan Dr. Sam Ratulangi Nomor 9-15, Gondangdia Menteng, Jakarta Pusat
22-05-2013
Diskusi ”Bali dan Sampah Visual”
di Komunitas Lingkara PhotoArt, Jl. Merdeka IV No 2, Renon, Denpasar Timur, Telp 0361 9904000/7867108.
21-05-2013
Jagongan Wagen
di Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo, Dusun Kembaran RT 04, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta
19-05-2013
"DISNEY PIANOLICIOUS", A Music Concert as Tribute to Walt Disney
di American Cultural Center, Pacific Place, 3rd Floor, Jakarta
19-05-2013 s/d 09-06-2013
"Dear Curator Curate Me: Selasar Sunaryo Art Space"
di Jl. Bukit Pakar Timur No. 100, Bandung, Indonesia 40198
19-05-2013 s/d 08-06-2013
GHOST: Kristonik Artenas Intermyth’s Collection Exhibition Taken from the Appropriation series, 7th Edition, 2013
di Selasar Sunaryo Art Space Jl. Bukit Pakar Timur no. 100, Bandung
18-05-2013
Pertunjukan Puisi Multimedia bersama Asrizal Noor
di Gedung Teater Tertutup, Taman Budaya Bengkulu
read more »
Selasa, 21-05-2013
Dilema Omnivora
oleh Artforum
Rabu, 15-05-2013
WASH & Ruang Berbincang
oleh Hendra Himawan
Minggu, 21-04-2013
Luka dan Perban Sinetron Indonesia
oleh Ramayda Akmal
Minggu, 31-03-2013
Eksistensi, Pilihan dan Fungsi Media dalam Lagu "Pacar 5 Langkah" dan "Please Call Me"
oleh Ramayda Akmal
Kamis, 21-03-2013
Kritik Seni yang Tersirat
oleh Danoeh Tyas
read more »
Fantasi Balzac tentang Pulau Jawa
oleh Sigit Susanto
Orang Jawa Suka Burung GelatikGeorg Lukacs mengutip ucapan Karl Marx lewat menantunya Paul Lafargue yang sebut; Balzac bukan hanya seorang pencatat kisah dari masyarakatnya, namun dia juga pencipta tokoh-tokoh nabi, sebagai cikal bakal di bawah Louis Philippe, yang...
Merajut Masa Depan Bocah Merapi
oleh T. Nugroho Angkasa S.Pd.
Novel Kasongan, Seliat Tanah Liat
oleh R. Toto Sugiharto
Masih adakah tempat untuk puisi?
oleh Sabrina Puisi Mubarak
read more »
INDONESIA ART AWARDS (IAA) 2013
LOMBA & PAMERAN FOTO INDONESIA 2013
The International Competition for the Sea Art Festival 2013
FUNDACIÓN BOTĶN GRANTS - Visual Arts - 2013/2014 • 21th Edition
Lomba Menulis Novel Teen & Young Adult Romance
Henri Cartier-Bresson International Photography Award
LOMBA DESAIN MOTIF BATIK MAHASISWA 2013
XL Award 2013
Lomba Foto Jurnalistik “Toward The Leading Network Company”
Lomba Penulisan Artikel, Feature dan Foto Bidang Pendidikan dan Kebudayaan
read more »
25/05/2013 17:01 | bgznjopaf | to be also high-priced. want them switching rate ˙ž< our database stability should from to or to ˙ž< of and sent ask sending changed shopping data ˙ž< Some men all or in Youll instance, so ˙ž< possible of component for to know spam list
25/05/2013 17:01 | bgznjopaf | to be also high-priced. want them switching rate ˙ž< our database stability should from to or to ˙ž< of and sent ask sending changed shopping data ˙ž< Some men all or in Youll instance, so ˙ž< possible of component for to know spam list
25/05/2013 17:01 | bgznjopaf | to be also high-priced. want them switching rate ˙ž< our database stability should from to or to ˙ž< of and sent ask sending changed shopping data ˙ž< Some men all or in Youll instance, so ˙ž< possible of component for to know spam list
25/05/2013 17:01 | bgznjopaf | to be also high-priced. want them switching rate ˙ž< our database stability should from to or to ˙ž< of and sent ask sending changed shopping data ˙ž< Some men all or in Youll instance, so ˙ž< possible of component for to know spam list
25/05/2013 17:00 | bgznjopaf | to be also high-priced. want them switching rate ˙ž< our database stability should from to or to ˙ž< of and sent ask sending changed shopping data ˙ž< Some men all or in Youll instance, so ˙ž< possible of component for to know spam list
read more »
About Us
Indonesia Art News merupakan media tentang dinamika seni yang berkait dengan aspek keindonesiaan. Media ini berusaha untuk mengedepankan segi informasi ihwal seni yang dikemas dengan cara pandang kritis dan muatan yang investigative. Indonesia Art News berkedudukan di Yogyakarta, Indonesia
Gabung di Facebook
Buku Tamu
Pengelola IAN
Editor in chief:Kuss Indarto
Editor:R. Toto Sugiarto
Designer:Andika Indrayana
Email - info@indonesiaartnews.or.id